Rabu, 02 Agustus 2017

Menyoal Perbedaan Pajak dan Zakat

Sebagian masyarakat masih banyak yang belum mengerti perbedaan pajak dan zakat. Ada perbedaan prinsip antara zakat dan pajak dimana keduanya tak bisa dianggap sama. Persamaan zakat dan pajak ada pada pembebanan kewajiban dari harta kekayaan yang dipunyai seseorang. Sementara perbedaan pajak dan zakat bisa dijelaskan dalam uraian singkat berikut ini.


Ditinjau dari sisi etimologis, zakat artinya bersih, suci, berkah, tumbuh, maslahat dan berkembang. Allah SWT telah menjelaskannya dalam Quran surat Ar-Ruum ayat 39 dan surat At-Taubah ayat 103. Sementara pajak dalam bahasa Arab diambil dari kata 'al-dharibah' yang artinya beban. Terkadang pajak dimaknai sebagai al-Jizyah yang artinya upeti yang dipungut dari dzimmah yaitu orang non Islam yang tunduk dalam pemerintah Islam.

Zakat adalah kewajiban setiap orang Islam dengan menyisihkan sejumlah tertentu hartanya guna menolong masyarakat yang memerlukan. Kecuali itu zakat pun merupakan bentuk ibadah pembersih diri dari harta untuk tujuan mengabdi kepada Allah SWT. Sementara pajak merupakan kewajiban setiap warga negara membayar sejumlah uang sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Fungsi pajak di sini yaitu untuk membiayai pengeluaran Negara.

Zakat merupakan kewajiban dalam agama Islam sebagai ketetapan dari Allah. Adapun pajak merupakan peraturan negara yang ditetapkan oleh pemerintah. Kewajiban membayar zakat hanya dibebankan bagi mereka yang beragama Islam, sementara kewajiban membayar pajak dibebankan kepada setiap warganegara dan bahkan orang asing tanpa melihat agama yang dianutnya.

Orang-orang yang berhak mendapatkan zakat atau disebut mustahik telah ditentukan dalam agama, sementara yang berkesempatan menikmati hasil pajak yaitu seluruh penduduk yang ada dalam negara tersebut. Sanksi bila tak mengeluarkan zakat bagi orang Islam yaitu azab dari Allah sebab tak mentaati ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Adapun sanksi bagi seorang warganegara jika tak melunasi pajak yaitu berupa denda namun tak menutup kemungkinan hukuman penjara.

Zakat tak akan pernah ditiadakan atau dihapus dari aturan agama Islam sebab ia menjadi salah satu pilar dalam rukun Islam. Sementara pajak bisa saja dirubah, dikurangi atau bahkan dihilangkan tergantung dari pemerintahan yang berkuasa. Dengan begitu zakat tak bisa digantikan dengan pajak. Namun bisa dikombinasikan misalnya mengurangi jumlah pajak dan jumlah zakat yang sudah dibayarkan. Tiap wajib pajak bisa dikenakan juga wajib zakat secara bersamaan. Sistem tersebut bisa dijalankan sebab secara bersamaan yang bersangkutan bisa melaksanakan kewajiban agama sekaligus juga kewajiban negara.