Senin, 07 Agustus 2017

Tahu Banyak Perbedaan Puisi Lama dan Baru

Puisi diambil dari kata bahasa Yunani "poesis" dengan arti penciptaan. Sementara padanan kata puisi yaitu poetry, poet dan poem. Beberapa penyair Inggris mendefinisikan arti puisi secara berbeda-beda seperti Samuel Taylor Coleridge yang menjelaskan bahwa puisi merupakan rangkaian kata terindah. Penyair akan memilih kata-kata yang paling tepat, seimbang, simetris antara unsur satu dengan unsur lain. Sementara Carlyle berkata jika puisi adalah pemikiran berciri khas musikal.

Puisi sendiri dibedakan menjadi puisi lama dan puisi baru. Sejumlah perbedaan puisi lama dan baru bisa disebutkan seperti berikut ini :

Puisi Lama
Adalah karya sastra sebagai pancaran kehidupan masyarakat lama dengan ciri khasnya : sebagai puisi rakyat yang tidak diketahui siapa pengarangnya; diungkapkan dari mulut ke mulut atau sebagai karya sastra lisan; mematuhi sejumlah aturan diantaranya jumlah baris setiap bait, jumlah suku kata dan rima. Puisi lama sendiri dibedakan menjadi 7 macam yaitu ;

- Mantra yaitu perkataan yang dipandang berkekuatan gaib.
- Pantun yaitu puisi dengan persajakan pola a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, setiap baris meliputi 8-12 suku kata, dua baris pertama menjadi sampiran dan dua baris selanjutnya menjadi isi. Pantun pun masih dibedakan menjadi beberapa jenis seperti : pantun anak, pantun muda-mudi, pantun nasihat, pantun teka-teki, pantun jenaka dan sebagainya.
- Karmina yaitu pantun kilat sebagaimana sebuah pantun namun pendek.
- Seloka yaitu pantun berkait.
- Gurindam yaitu jenis puisi dimana setiap baitnya terdiri dari 2 baris, menggunakan pola sajak a-a-a-a, mengandung nasihat.
- Syair yaitu puisi yang berasal dari Arab bercirikan setiap bait terdiri dari 4 baris, menggunakan pola sajak a-a-a-a, mengandung nasihat dan juga cerita.
- Talibun yaitu pantun genap dimana setiap bait meliputi 6, 8, hingga 10 baris.

Puisi Baru
Memiliki bentuk bebas dibanding puisi lama apakah itu dilihat dari jumlah baris, jumlah suku kata hingga rima. Puisi baru pun memiliki ciri khasnya yang meliputi : penulisannya rapi; menggunakan persajakan akhir teratur; adakalanya menerapkan pola pantun atau syair; kebanyakan berupa empat seuntai;
Setiap barisnya merupakan sebuah kesatuan sintaksis (gatra); setiap gatra meliputi dua kata dengan 4-5 suku kata. Puisi baru masih dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :

- Balada yaitu puisi yang di dalamnya mengisahkan suatu cerita.
- Himne yaitu puisi dengan isi berupa puji-pujian untuk Tuhan, tanah air maupun pahlawan.
- Ode yaitu puisi yang berisi sanjungan terhadap seseorang yang berjasa.
- Epigram yaitu puisi yang di dalamnya memuat ajaran hidup.
- Romance yaitu puisi dengan isi berupa ungkapan rasa cinta kasih.
- Elegi yaitu puisi baru dengan isinya kebanyakan berupa ungkapan kesedihan.
- Satire yaitu puisi dengan isi di dalamnya lebih banyak berupa kritikan atau sindiran kepada seseorang.