Perbedaan Beban dan Biaya Beserta Contohnya

Dua istilah yang kerap digunakan dalam akuntansi yaitu biaya dan beban. Namun tak semua paham pengertian keduanya. Malah sebagian ada yang menyamakan biaya dan beban ini dalam sebuah laporan keuangan. Ada beberapa perbedaan beban dan biaya termasuk penggunaannya. Berikut akan dijelaskan secara singkat perbedaan beban dan biaya.

Biaya dapat didefinisikan sebagai bentuk pengorbanan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Contoh dari biaya yaitu sewa yang dibayar dimuka. Sementara beban adalah penyusutan nilai ekonomi berupa kas keluar atau aktiva berkurang. Beban dikatakan juga kewajiban yang mengakibatkan berkurangnya nilai ekuitas. Contoh beban yaitu bunga pinjaman.

Perbedaan beban dan biaya pun bisa dilihat dari posisinya dalam sebuah laporan keuangan. Biaya dimasukkan ke penyusunan neraca yang lazimnya berujud biaya belum digunakan yang dinilai bisa memberikan manfaat. Biaya ini dimasukkan dalam aktiva. Sementara beban dimasukkan ke laporan laba-rugi. Beban ini dikategorikan sebagai pengeluaran yang telah digunakan, tidak memberikan manfaat untuk masa depan dengan periode tak dari sampai satu tahun.

Perbedaan beban dan biaya pun bisa ditinjau dari periode akuntansi. Biaya biasanya memiliki periode di atas satu tahun sebab dikategorikan pengeluaran modal (capital expenditure). Jumlahnya akan lebih besar dibanding beban. Sementara beban memiliki periode kurang dari satu tahun dan dianggap sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure).

Supaya bisa lebih mengerti perbedaan beban dan biaya, contoh kasus berikut akan memperjelasnya :

Di awal bulan 1 Januari 2015, PT. Maju melunasi uang sewa kantor senilai Rp.1.000.000 untuk dua bulan ke depan. Pengeluaran (biaya) ini adalah sebuah aktiva berupa hak menempati kantor untuk 2 bulan. Sejalan dengan waktu berjalan maka akan menjadi beban . Tanggal 31 Januari 2015 setengah sudah digunakan senilai Rp.500.000 yang harus dimasukkan sebagai beban.

Ayat Jurnalnya, di saat pengakuan sebagai aset/biaya
Sewa dibayar dimuka 1.000.000    
kas/Bank 1.000.000

Berubah menjadi beban
Biaya sewa 500.000    
Sewa dibayar dimuka 500.000

Contoh lain yaitu saat kita membeli sebuah mobil. Untuk pengiriman barang di balance sheet biaya dari pembelian mobil dicatat sebagai asset. Namun sejalan waktu berjalan maka biaya tadi akan menjadi beban sebab mobil itu pastinya mengalami penyusutan nilai ekonomi saat dipergunakan memperlancar bisnis. Besarnya akan tergantung dari metode yang digunakan untuk menghitung depresiasinya.

Ayat Jurnalnya, di saat pengakuan sebagai aset/biaya
Kendaraan/mobil 50.000.000    
kas/Bank 50.000.000

Berubah menjadi beban
Biaya penyusutan Kendaraan/mobil 520.833    
Akumulasi penyusutan Kendaraan/mobil 520.833

Asumsi bila mobil disusutkan untuk 8 tahun menggunakan metode garis lurus.