Sabtu, 05 Agustus 2017

Ayo Mengetahui Perbedaan Syair dan Pantun

Bentuk karya sastra pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan juga perbedaan. Tentang perbedaan syair dan pantun beserta ciri-ciri keduanya akan diulas dari uraian pendek berikut ini. Dengan mempelajari syair dan pantun secara tak langsung kita akan ikut serta melestarikan peninggalan karya sastra yang luhur ini.


Pantun secara pengertian ialah jenis puisi lama dengan susunan empat baris menggunakan sajak bersilih dua-dua yang polanya ab-ab. Tidak dimasukkan sebagai pantun jika pola sajak menggunakan a-a-b-b, atau a-b-b-a. Dalam pantun setiap baris tersusun atas 4 kata. Dua baris pertama dalam pantun dinamakan sebagai sampiran, adapun dua baris selanjutnya dinamakan isi. Jenis karya sastra yang satu ini pada awalnya sebagai karya sastra lisan meski saat ini banyak ditemukan karya pantun tertulis. Ada beberapa macam pantun seperti : pantun agama, pantun adat, pantun budi, pantun jenaka, pantun kepahlawanan, pantun kias, [antun nasehat, pantun percintaan, pantun peribahasa, pantun perpisahan dan pantun teka-teki.

Adapun syair secara pengertian ialah bentuk puisi lama atau karya sastra berbentuk terikat yang mengutamakan irama persajakab. Umumnya tersusun dari 4 baris, menggunakan irama dengan pola aa-aa, keempat baris tadi memiliki kandungan maksud dari pengarang. Beberapa contoh syair antara lain : kerajaan bima, bidasari, ken tabuhan serta yatim nestapa.

Perbedaan syair dan pantun bisa dilihat dari poin-poin berikut. Jika pantun untuk baris pertama dan kedua dinamakan dengan sampiran, baris ketiga dan keempat dinamakan isi, maka untuk syair keempat baris merupakan isi yang mengandung maksud pengarang. Pantun boleh menggunakan bahasa campuran, sementara syair harus sama dalam bahasa. Pantun menganut irama sajak a-b-a-b/ a-a-a-a, sementara syair menggunakan irama persajakan a-a-a-a.

Contoh-contoh pantun :

Jalan ke sawah bertemu pak tani
Pak Janaka itu namanya
Ada burung bulunya warna-warni
Coba tebak apa namanya?

Di istana ada patih
Ramah-ramah itu orangnya
Ada macan berwarna putih
Siapa tahu dari mana asalnya?

Naik sepeda sampai ke tambak
Dipinggir  tambak ada batu
Andy tertawa terbahak-bahak
Melihat  kambing memakai sepatu
               
Jalan-jalan ke Semarang
Hujan lebat disertai abu
Hari ini sangatlah senang
Keliling kota dengan ayah dan ibu

Contoh-contoh syair :

 Wahai muda kenali dirimu
 Inilah bunga datang darimu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal hidupmu

Anak muda arif budiman
Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahu juga kerjakan
Itulah jalan memperbaiki insan

Wajah yang manis pucat berseri
Laksana bulan di siang hari
Berjalan tunduk memikirkan diri
Tiada memandang kanan dan kiri

Nyiur-nyiur tegak berdiri
Terpukau memandang sekeliling
Rimbun pohon saling bersaksi
Atas kuasa Illahi