Apa Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Sebagaimana bisa dilihat dari bayi yang baru lahir, dengan bertambahnya umur ia juga melalui pertumbuhan dan perkembangan. Dari berat hanya 3 kg dan panjang 50 cm saat lahir, dalam setahun bayi bisa bertambah beratnya hingga menjadi 10 kg dengan panjang hampir 100 cm. Di sini terjadi pertumbuhan dan perkembangan secara terus menerus. Pertumbuhan tidak bisa disamakan  dengan perkembangan. Lalu apa perbedaan pertumbuhan dan perkembangan?


Pertumbuhan yakni tahap bertambahnya jumlah sel tubuh makhluk hidup dengan dibarengi bertambahnya ukuran, berat dan tinggi secara irreversible atau tak bisa kembali ke kondisi awal. Pertumbuhan bersifat kuantitatif yang mana makhluk hidup yang tadinya kecil berangsur membesar sejalan dengan berjalannya waktu. Contoh pertumbuhan : batang tanaman yang semula tingginya 2 cm kini jadi 5 cm, bayi yang bobotnya semula 5 kilo dengan bertambahnya umur menjadi 6,5 kilo.

Perkembangan yakni prosedur diferensiasi, organogenesis yang disudahi dengan terjadinya organisme baru yang lengkap dan dewasa. Perkembangan bersifat kualitatif yang mana makhluk hidup yang tadinya belum dewasa fungsi reproduksinya menjadi dewasa dan matang yang bisa berkembang-biak. Misalnya : pematangan sel ovum dan sperma, pematangan hormon tubuh.

Setelah mengetahui perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, faktor-faktor yang mempengaruhinya pun mesti dipahami. Setidaknya ada 4 faktor yang berperan seperti makanan, kondisi psikologis, lingkungan dan biologis. Pertama faktor makanan, pasokan nutrisi dan kandungan gizi tiap makanan yang dikonsumsi tiap-tiap individu tentu berbeda. Nutrisi yang sesuai pastinya akan menjadikan individu bisa bertumbuh dengan semestinya. Namun bila nutrisi yang masuk kurang maka akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat.

Selanjutnya adalah keadaan psikologis yang bisa pula menentukan perkembangan pada manusia. Bila keadaan psikologis sesuai maka akan tumbuh menjadi manusia yang kuat. Ketiga yaitu aspek lingkungan. Kondisi lingkungan yang sesuai akan menyebabkan tumbuh-kembang manusia menjadi normal baik secara fisik ataupun mental. Begitu juga sebaliknya kalau performa lingkungan tak begitu baik maka dapat dipastikan pertumbuhan dan perkembangan akan bermasalah. Terakhir yaitu faktor biologis dimana bila seseorang merupakan keturunan orang tua yang memiliki genetika baik, pastinya akan baik pula pertumbuhannya. Sementara bila genetika yang diturunkan tak baik, pasti ada satu dua hal yang bermasalah.