Selasa, 08 Agustus 2017

Perbedaan Badan Usaha dengan Perusahaan

Pertumbuhan dunia usaha dewasa ini kian cepat dengan ditandai berdirinya banyak perusahaan baik dalam skala kecil hingga dengan skala produksi besar dengan serapan tenaga kerja hingga ribuan. Kenyataan ini langsung berdampak positif dengan makin banyaknya tersedia lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.


Kata perusahaan acapkali dipersamakan dengan badan usaha. Padahal dilihat dari kacamata ekonomi keduanya memiliki pengertian berbeda. Supaya bisa mengetahui perbedaan badan usaha dengan perusahaan maka pengertian keduanya harus dipahami lebih dulu. Perusahaan adalah bagian tak terpisahkan dari sektor badan usaha meski letaknya tak harus dalam satu lokasi.

Pengertian badan usaha yaitu sebuah perusahaan atau gabungan perusahaan yang menjalankan usahanya dengan tujuan mendapatkan laba atas tanggungan atau resiko perusahaan. Sedangkan pengertian perusahaan yakni lokasi berlangsungnya proses produksi baik berupa barang ataupun jasa. Badan usaha dan perusahaan memiliki kaitan yang erat dan tak bisa dilepaskan sendiri-sendiri. Kaitan antara keduanya yaitu perusahaan menjadi alat badan usaha dalam mencetak laba. Tiap badan usaha mempunyai satu perusahaan atau lebih. Contohnya Pertamina membawahi perusahaan pengeboran minyak bumi, perusahaan pengelolaan gas alam cair (LNG) dan perusahaan penjualan produknya.

Contoh lain untuk menjelaskan perbedaan badan usaha dengan perusahaan adalah Unilever sebagai sebuah badan usaha. Unilever adalah badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dimana ia memiliki kantor pusat di Jakarta sementara pabriknya ada di Surabaya. Dari dua contoh tadi bisa ditarik kesimpulan bahwa badan usaha memiliki ruang lingkup lebih luas dibanding perusahaan.

Badan usaha bisa dibedakan menurut jumlah tenaga kerja yang dimilikinya, lapangan usaha, sumber modal dan bentuk badan hukumnya. Berdasarkan jumlah tenagar kerja yang dibawahinya maka badan usaha dibedakan : badan usaha kecil (hingga 5 tenaga kerja), badan usaha sedang (mulai 6 hingga 50 tenaga kerja) dan badan usaha besar (lebih dari 50 tenaga kerja). Sementara badan usaha berdarakan sumber modal yang didapatkannya dibedakan : badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik swasta (BUMS), badan usaha milik daerah (BUMD) dan badan usaha campuran.

Adapun perusahaan bisa dibedakan menurut lapangan usahanya yaitu : perusahaan ekstraktif (pengambilan atau pengolahan kekayaan alam), perusahaan agraris (pengolahan lahan pertanian, perkebunan dan sebagainya), perusahaan industri (menghasilkan bahan mentah, setengah jadi, barang jadi atau meningkatkan nilai gunanya), perusahaan perdagangan (misalnya perdagangan pakaian, sayuran dan sebagainya) dan perusahaan jasa (bergerak di bidang jasa misalnya perhotelan, bank dan sejenisnya).