Jumat, 26 Agustus 2016

Mari Mengetahui Perbedaan Bank Umum dan BPR

loading...
Sektor perbankan di Indonesia mempunyai fungsi strategis dalam perekonomian. Tugas pokok bank yaitu menghimpun untuk kemudian menyalurkan dana dari masyarakat yang dalam hal ini nasabah. Kecuali itu bank-bank di Indonesia pun berfungsi mendukung terlaksananya pembangunan nasional untuk meningkatkan taraf hidup rakyat secara merata.


Di Indonesia dikenal dua macam bank ialah bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kendati telah ada semenjak dahulu namun ternyata masih banyak masyarakat yang tidak paham perbedaan bank umum dan BPR. Sesuai dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 Pasal 1 menyatakan bahwa bank umum yaitu bank dimana aktifitas bisnisnya adalah menyediakan jasa lalu-lintas pembayaran. Bisnis bank umum termasuk mengumpulkan dana nasabah baik berbentuk giro, tabungan, deposito, tabungan berjangka dan produk lain yang hampir sama. Sementara BPR yaitu bank dimana aktifitas bisnis tak menyediakan layanan lalu-lintas pembayaran. Bisnis BPR yaitu mengumpulkan dana nasabah berbentuk deposito berjangka, tabungan atau produk lain yang hampir sama.

Perbedaan bank umum dan BPR menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 Pasal 1 sudah cukup jelas. Untuk bank umum yang menjadi usaha utamanya yaitu menyediakan layanan lalu-lintas pembayaran diantaranya kliring dan jual-beli valuta asing sementara BPR tak boleh melakukan bidang usaha tersebut. Perbedaan bank umum dan BPR selanjutnya yaitu dilihat dari kontur simpanan dana dari nasabah. Bank umum mengumpulkan dana nasabah berbentuk giro dan sertifikat deposito, sementara BPR hanya boleh dalam bentuk tabungan dan deposito.

Perbedaan bank umum dan BPR pun bisa dilihat dari tugas-tugasnya dimana tugas bank umum yaitu :

- Menyalurkan kredit.
- Mengumpulkan dana nasabah berbentuk simpanan.
- Mengeluarkan surat atas pengakuan hutang.
- Menjual, membeli sekaligus menjamin resiko sendiri sesuai kepentingan nasabah ataupun instruksi dari nasabah mencakup surat pengakuan hutang, surat-surat wesel, sertifikat Bank Indonesia, kertas perbendaharaan negara, obligasi, surat dagang yang berjangka, beserta surat berharga yang lainnya.
- Memberikan pinjaman dana, meminjam atau menempatkan dana baik melalui sarana telekomunikasi, surat atau wesel.
- Menerima pembayaran dari tagihan surat berharga.
- Memberikan layanan tempat penyimpanan surat berharga ataupun barang.
- Menyelenggarakan utang-piutang.
- Menyelenggarakan aktifitas jual beli valuta asing.
- Menyelenggarakan aktifitas penyertaan modal bank atau perusahaan lain.
- Berperan dalam mendirikan dan mengurusi dana pensiun menurut UU.

Sementara tugas BPR adalah sebagai berikut :

- Menyediakan kredit.
- Mengumpulkan dana nasabah berbentuk tabungan dan deposito berjangka.
- Menyediakan layanan penempatan dana dan pendanaan secara syariah sesuai aturan Bank Indonesia.
- Menempatkan dana yang dihimpun dalam Sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, tabungan di bank lain ataupun deposito berjangka.

BPR sesuai aturan dari bank Indonesia dilarang : menawarkan jasa asuransi, penyertaan modal, kegiatan bisnis valuta asing, menerima simpanan berpotongan giro serta berpartisipasi melakukan lalu-lintas pembayaran.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mari Mengetahui Perbedaan Bank Umum dan BPR