Langsung ke konten utama

Jelaskan Perbedaan Nabi dan Rasul

Nabi diambil dari kata bahasa Arab Naba yang artinya "dari tempat yang tinggi". Sedangkan kata Rasul diambil dari kata irsal yang artinya "membimbing" atau "memberi arahan. Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang memiliki tugas suci menerima wahyu dari Allah. Ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui oleh setiap orang muslim sebagaimana dijelaskan dalam Alquran. Nabi sekaligus Rasul terakhir yang menjadi panutan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW.


Berikut 25 nama Nabi dan Rasul yang wajib diimani oleh umat Islam seperti yang dijelaskan dalam Alquran : Adam, Idris. Nuh, Hud, Saleh, Ibrahim, Ismail, Luth, Ishaq, Yaqub, Yusuf, Ayyub, Zulkifli, Syu’aib, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad. Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mu’min 40:78). Kecuali 25 Nabi dan Rasul yang sudah diceritakan dalam Al-Qur’an masih ada 2 Nabi lagi yang dijelaskan yaitu Nabi Syts dan Nabi Yuusya.

Penjelasan perbedaan Nabi dan Rasul bisa dilihat dari ciri-ciri yang dimiliki utusan Allah ini yaitu :

Seorang Nabi memiliki ciri-ciri :

- Mendapatkan wahyu dari Allah bagi dirinya sendiri.
- Mengemban tugas meneruskan dan memperkuat syariat dari rasul sebelumnya.
- Dikirim untuk kaum yang sudah memiliki iman.
- Jumlah Nabi hanya Allah yang tahu namun Adam Alaihissalam adalah Nabi yang pertama.
- Tiap Rasul merupakan Nabi akan tetapi tak berlaku kebalikannya.
- Menerima wahyu lewat mimpi.
- Nabi ada yang di

Seorang Rasul memiliki ciri-ciri :

- Mendapatkan wahyu dari Allah untuk diajarkan kepada seluruh umatnya.
- Membawa syariat baru.
- Dikirim untuk kaum kafir yang belum memiliki iman.
- Jumlah Rasul lebih sedikit dibanding Nabi. Rasul pertama adalah nabi Nuh ‘Alaihissalam.
- Tiap Rasul merupakan juga nabi, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara meraka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawah suatu mu’jizat melainkan dengan seizin Allah.” (Qs. Al-Ghafir: 787)
- Memperoleh wahu lewat mimpi atau perantaraan malaikat.
- Semua Rasul diselamatkan Allah dari upaya pembunuhan yang dilakukan kaumnya.


loading...
Theme Editor by Seo v6