Ayo Belajar Mengetahui Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Tiap bentuk ibadah sudah diatur oleh Allah yang pastinya akan bermanfaat dan ada hikmah bagi umat Islam. Pun pada penciptaan langit dan bumi ataupun makhluk terkecil sekalipun pasti ada hikmah yang terkandung. Dan tidak ada yang sia-sia diciptakan oleh Allah. Allah juga tidak merasa malu, karena menciptakan makhluk yang kecil, kendati dalam pandangan manusia merugikan.


Dalam Surat Al-Baqarah ayat 26 Allah berfirman "Sesungguhnya Allah tak segan-segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Sementara orang-orang beriman, mereka yakin jika perumpamaan tersebut benar dari Tuhan mereka, namun orang-orang kafir berkata, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk permisalan?" Dengan permisalan tersebut banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan tersebut (juga) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tiada yang disesatkan Allah selain orang-orang fasik.”

Salah satu bentuk ibadah itu adalah qurban dan aqiqah. Meski sama-sama sebagai bentuk ibadah dengan menyembelih hewan namun ada beberapa perbedaan aqiqah dan qurban ini. Ibadah menyembelih hewan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Perbedaan pertama, qurban dilaksanakan di bulan Dzulhijjah sehubungan dengan ibadah haji atau mereka yang mampu serta memiliki kehendak yang sama dengan prosesi haji, sementara aqiqah adalah menyembelih hewan sembelihan berkenaan dengan kelahiran seorang bayi.

Dalil pensyariatan aqiqah antara lain :

Hadits Salman bin ‘Amir : Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Pada (setiap) anak laki-laki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelihlah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya.” (HR. Bukhari no. 5472)

Hadits Samuroh bin Jundub : Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalil pensyariatan aqiqah antara lain :

Hadits riwayat Bukhari : dari Anas bin Malik, ia berkata : “Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata : “Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir” (HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966).

Perbedaan aqiqah dan qurban yang kedua adalah dalam hal waktu pelaksanaannya. Ibadah qurban dilakukan pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijah, sementara aqiqah dilaksanakan di hari ke 7 sesudah kelahiran bayi. Perbedaan selanjutnya, disunahkan memberikan daging qurban dalam keadaan mentah, sementara daging aqiqah diberikan dalam kondisi sudah dimasak. terakhir perbedaan aqiqah dan qurban yaitu binatang qurban boleh kambing, domba, sapi, atau unta. Sementara aqiqah berupa kambing atau domba.