Sabtu, 23 Juli 2016

Perbedaan Zat Padat Cair dan Gas

loading...
Kalangan ahli membuat klasifikasi materi dengan tujuan agar lebih gampang untuk dipahami dan diurutkan secara sistematis. Materi atau zat merupakan sesuatu dengan massa dan mampu mengisi suatu ruang. Materi menurut wujudnya bisa diklasifikasikan sebagai zat padat, zat cair dan zat gas. Misal untuk zat padat diantarany adalah golongan logam diantaranya emas, seng dan besi. Sedangkan air, minyak goreng dan bensin adalah beberapa contoh dari materi berwujud cair. Dan materi dengan wujud gas antara lain udara, uap air dan asap.


Dari contoh-contoh tadi kita bisa melihat perbedaan zat padat, cair dan gas dengan mudah. Asap rokok adalah salah satu contoh materi gas membahayakan kesehatan yang sering dijumpai di sekitar kita. Kemudian contoh bentuk zat cair sederhana yang hampir setiap sat kita jumpai yaitu air. Saat berbentuk bongkahan es, materi air wujudnya padat. Namun saat es mulai meleleh akan berubah sebagai zat cair. Dan kala dipanaskan dengan temperatur mencapai 100°C maka akan menguap menjadi gas.

Bisa ditarik kesimpulan bahwa perbedaan zat padat, cair dan gas bisa dilihat dari poin-poin berikut ini :

- Zat Padat : memiliki bentuk dengan volume tertentu, jarak antar partikel cenderung sangat rapat dan partikel-pertikelnya tak bisa bergerak bebas namun hanya bergetar atau berputar di tempatnya saja, gaya tarik-menarik antar molekul sangat kuat.
   
- Zat Cair : memiliki volume tertentu namun tanpa bentuk pasti ditentukan oleh media yang ditempati, memiliki permukaan yang selalu datar, jarak antar partikel sedikit renggang dengan partikel-pertikelnya bisa bergerak bebas akan tetapi terbatas, gaya tarik-menarik antar molekul masih ada terbukti masih agak sulit terurai.

- Zat Gas : tak memiliki volume dan bentuk pasti atau murah berubah, jarak antar partikel amat renggang dengan partikel-partikelnya bisa berpindah dengan leluasa, gaya tarik menarik antar molekul nyaris tak ada, dapat mengisi seluruh ruangan yang ada.

Guna menunjukkan jika zat padat mempunyai massa yaitu dengan menimbangnya. Contohnya batu yang ditimbang dengan berat 1 kilo. Selanjutnya batu tadi dimasukkan dalam wadah berisi air, Maka air akan tumpah atau setidaknya permukaannya naik. Fenomena itu menjadi bukti jika zat padat memiliki massa dan mengisi ruang. Sementara untuk zat cair, pembuktian bahwa materi ini mempunyai massa dan mengisi ruang bisa dilakukan dengan menuang setengah gelas minyak sayur dalam gelas berisi lebih dari setengah gelas air dengan syarat kedua gelas berukuran sama. Lewat eksperimen ini terlihat jika air ada yang meluber.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perbedaan Zat Padat Cair dan Gas