Minggu, 13 Agustus 2017

Perbedaan Saham dan Forex

Berkembangnya alternatif investasi seperti sekarang ini memberikan pilihan lain bagi masyarakat menempatkan dana yang dimilikinya. Dari pasar modal sampai emas banyak dipilih orang-orang dengan dana berlebih. Termasuk pilihan itu adalah perdagangan mata uang asing atau forex. Nilai tukar yang berubah tiap detiknya berpotensi mendatangkan keuntungan. Sebagaimana perdagangan saham, forex pun memiliki tujuan memperoleh untung dari selisih pergerakan harga. Akan tetapi tetap ada perbedaan saham dan forex. Berikut beberapa perbedaan mendasar saham dan forex.


Secara kapitalisasi pasar tak ada yang bisa menyamai forex yang artinya sangat liquid. Di Bursa Saham Indonesia (BEI) kapitalisasi per hari rata-rata Rp. 4 trilliun hingga Rp.7 triliun sedangkan forex dunia bisa mencapai 3,8 triliun Dollar atau seribu kali lebih besar. Perbedaan saham dan forex pun bisa dilihat dari jam buka pasar. Pasar forex selalu buka selama 24 jam terus menerus mulai Minggu pagi jam 04.00 WIB sampai Sabtu jam 03.00. Mulai pasar Australia, Asia, Eropa dan Amerika. Sementara pasar saham di BEI buka dari Senin hingga Jumat jam 09.30 hingga 16.00 WIB.

Mayoritas broker forex tak membebankan biaya-biaya lain seperti biaya transaksi dan swap. Broker biasanya hanya mengenakan jasa dari selisih  jual/ dan beli. Beda dengan saham yang harus membayar fee antara 0,15% hingga 0,3% dari aktifitas jual dan juga beli. Perbedaan saham dan forex pun bisa dilihat dari kecepatan transaksi. Dalam forex, pemain bisa secepatnya membuat order jual atau beli. Berlainan dengan saham, dimana pemain mesti menunggu giliran supaya order bisa dieksekusi. Saking besarnya pasar forex maka menyebabkan jumlah pembeli dan penjual tak terbatas.

Di forex pemain berpotensi memperoleh untung entah itu pasar sedang naik maupun turun. Sementara di saham meski boleh melakukan short sell (menjual saham ketika harga turun) namun itu tak dapat dilakukan untuk sembarang saham. Perbedaan saham dan forex juga terdapat pada rumitnya memilih saham yang dijual sebab ada ribuan. Misalnya bursa saham NASDAQ dengan sekitar 3.500 pilihan. Butuh waktu yang tak sebentar untuk memilih yang terbaik. Ini akan berbeda dengan forex, meski ada puluhan mata uang yang diperdagangkan, akan tetapi mayoritas pasar hanya intens ke 4 pairs utama yaitu USD, EURO, GBP dan YEN. Untuk memilihnya tentu akan lebih gampang dan begitupun untuk mengawasi pergerakannya setiap saat.

Di forex tak ada yang mampu"menggoreng" mata uang yang sedang diperdagangkan sebab tak kn ada yang mampu menyetir nilai pasar sebesar USD 3,8 triliun. Berbeda dengan saham yang dikenal dengan istilah saham gorengan yang dikendalikan para pemilik modal besar dengan tujuan meraih keuntungan. Di trading forex maka analisis ditujukan pada ekonomi secara global sementara untuk saham bersifat lokal. Misalnya bermain saham di BEI maka ekonomi Indonesia yang utama menjadi fokus perhatian kita.