Selasa, 07 Juni 2016

Bagi yang Masih Awam, Berikut Beda Visa dan Paspor

loading...
Untuk sebagian orang yang sering jalan-jalan ke negeri orang tentu familiar dengan paspor dan visa. Namun bagi yang belum pernah sama sekali ke luar negeri mungkin masih bingung dengan kedua istilah itu sekaligus juga perbedaannya. Kedua dokumen tadi menjadi semacam identitas diri dan juga ijin memasuki suatu negara tertentu. Untuk yang masih awam, berikut beda visa dan paspor berikut cara mengurusnya.


Paspor merupakan identitas diri yang bisa digunakan dalam tingkat global. Dokumen keimigrasian ini bertindak menjadi KTP sementara saat di luar negeri. Paspor dapat diperoleh di kantor Imigrasi setempat dengan syarat-syarat : KTP, KK, Akte Kelahiran, Ijazah terakhir dan pasfoto 3×4. Pengajuan paspor bisa juga dilakukan secara online dengan mengisi form yang tersedia di website Imigrasi dan mengupload beberapa dokumen yang disyaratkan.

Biaya pembuatan paspor sebesar Rp.255 ribu dan akan jadi dalam waktu 2 hingga 4 hari kerja. Paspor 48 halaman memiliki masa berlaku 5 tahun dengan 6 bulan sebelum habis disarankan untuk mengurus perpanjangannya yang nantinya akan diberikan buku 48H baru. Tiap kali seseorang berkunjung ke suatu negara dan juga saat keluar akan diberikan stempel pada paspor tersebut.

Visa merupakan dokumen resmi bahwa seseorang diijinkan masuk ke suatu negara. Visa biasanya berwujud stiker yang bisa diperoleh di kantor kedutaan negara yang hendak didatangi. Namun bisa juga hanya berupa stempel di paspor. Bila pemerintah Indonessia memiliki perjanjian dengan negara lain mengenai bebas visa maka tak perlu ijin ke kantor kedutaan negara bersangkutan. Saat sampai di negara tujuan maka paspor langsung diberikan stempel oleh pihak imigrasi negara itu. Beberapa negara yang sudah menjalin kerjasama bebas visa dengan pemerintah Indonesia yaitu : Singapore, Malaysia, Brunei Darusalam, Thailand, Laos, Vietnam, Cambodia dan Filipina, Hongkong, Macau, Iran, Maldives, Aruba, Bermuda, Chile, Columbia, Costarica, Cuba, Ecuador, Haiti, Jamaica, Morocco, Sheycelles, Mesir, Andorra, Cook Island, Samoa dan Micronesia.

Ada dua jenis Visa berdasarkan cara memperolehnya yaitu Visa on Arrival dan Visa Pre Arrival. Visa on Arrival merupakan fasilitas dimana kita bisa mendapatkan visa sebagaimana stempel di paspor yang diberikan ketika tiba di sebuah negara. Visa on Arrival memerlukan persyaratan tambahan dan melalui wawancara. Visa pre Arrival merupakan visa yang dimohonkan ke kantor kedutaan sebuah negara atau konsulatnya di beberapa kota besar di Indonesia.

Sejumlah negara memberlakukan apply visa secara online sehingga pemohon tak usah berkunjung ke kantor kedutaan. Tak selamanya permohonan visa ini dikabulkan oleh negara bersangkutan. Bilaman permohanan visa ditolak, maka kita boleh membuat banding ke kementerian luar negeri sebagai bentuk bantuan pemerintah untuk memperoleh visa.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bagi yang Masih Awam, Berikut Beda Visa dan Paspor