Minggu, 13 Agustus 2017

Ayo Belajar Perbedaan Organel Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Menurut penggolongannya makhluk hidup dibedakan menjadi 5 kingdom. Hewan dan tumbuhan diklasifikasikan sebagai kerajaan berbeda. Memang secara kasat mata kita gampang membedakan mana hewan dan mana tumbuhan. Namun sulit untuk membedakan keduanya pada tingkatan organel sel. Untuk itu berikut sedikit akan dibahas apa saja perbedaan organel sel hewan dan sel tumbuhan.


Secara struktur dasar baik sel hewan ataupun sel tumbuhan sebenarnya sama. Tetapi pada perkembangan selanjutnya, kedua sel melalui perkembangan yang dipengaruhi oleh lingkungan tempat hidupnya yang akhirnya berbeda satu sama lain. Termasuk perbedaan itu adalah fungsinya dalam ekologis dimana tumbuhan merupakan produsen makanan sementara hewan sebagai konsumen yang memakan tumbuhan atau hewan lain yang lebih kecil. Dari perkembangan tersebut muncul beberapa ciri khas organel dari kedua jenis sel itu.

Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan mempunyai beberapa organel sel yang membuatnya berbeda dengan sel hewan. Beberapa bagian sel itu meliputi : dinding sel, vakuola dan plastida. Dinding sel tumbuhan merupakan pelindung sekaligus menjadi penunjang bagi tegaknya tumbuhan secara keseluruhan. Batang tumbuhan biasanya memiliki struktur keras dibanding hewan. Bahan utama pembentuk dinding sel yakni selulosa, pektin, hemi selulosa dan glikoprotein. Vakuola adalah organel sel tumbuhan yang memiliki membran memuat cairan vakuola. Meski vakuola ditemukan juga di sel hewan namun fungsinya tak menonjol seperti pada tumbuhan. Kegunaan penting vakuola yaitu memasukkan air lewat tonoplas sehingga bisa membentuk turgor sel. Plastida merupakan organel yang memiliki membran lengkap dengan fungsi beragam. Perbedaan organel sel hewan dan sel tumbuhan salah satunya ditentukan oleh bagian ini. Plastida berbentuk butiran-butiran dengan kandungan pigmen. Plastida akan dirubah menjadi kloroplas, kromoplas dan leukoplas.

Sel Hewan

Hewan mempunyai organel khas di dalam sel yakni sentriol. Sentriol adalah satu pasang struktur berbentuk silinder dengan lubang di tengah yang terbentuk dari protein mikrotubulus. Pasangan sentriol umumnya terdapat dengan posisi menyudut ke kanan satu dengan yang lain. Sentriol terjalin dari microtubulus yang kemudian membangun sebuah struktur protein menyerupai jaring yang terlihat mendekat ke kromosom saat proses pembelahan sel terjadi. Jaring yang terbentuk tadi disebut sebagai benang spindel. Di ujung yang satunya, jaring berdekatan ke ujung sentriol. Sentriol memiliki fungsi mengendalikan kutub atau polaritas pembelahan sel hewan serta mengorganisasikan pemisahan kromosom. Di jenis hewan bersel satu biasanya dijumpai juga organel vakuola, antara lain amoeba dan paramecium. Sel paramecium memiliki dua tipe vakuola meliputi : vakuola kontraktil dan vakuola non kontraktil. Vakuola kontraktil disebut pula vakuola berdenyut merupakan ciri khusus hewan bersel satu dengan habitat air tawar. Vakuola jenis ini memiliki fungsi mempertahankan tekanan osmosis cairan sitoplasma (osmoregulator). Sementara vakuola non kontraktil berfungsi mencerna makanan makanya organel yang satu ini dinamai pula vakuola makanan.