Senin, 14 Agustus 2017

Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik pada Virus

Virus merupakan makhluk hidup paling kecil yang tak bisa berkembang biak sendiri, mereka memerlukan inang. Virus tak memiliki struktur seluler sebagai syarat berlangsungnya perbanyakan (replikasi). Virus tak mempunyai sistem enzim dan tak mampu melakukan metabolisme, Agar bisa memperbanyak diri virus harus masuk menginvasi organisme hidup lain yang dalam hal ini contohnya adalah bakteri. Tahapan penggandaan virus dalam sel hidup dinamakan dengan replikasi.


Virus bervariasi dalam ukuran dan bentuk. Virus terkecil berukuran sekitar 20 nanometer, sedangkan virus terbesar berukuran kurang lebih 300 nanometer. virus cacar adalah salah satu virus terbesar sementara virus polio adalah salah satu terkecil. Virus tertentu mengandung asam ribonukleat (RNA), sedangkan virus lainnya memiliki asam deoksiribonukleat (DNA). Bagian asam nukleat dari virus dikenal sebagai genome. Asam nukleat bisa merupakan untaian tunggal atau untaian ganda.

Virus kerap dipertanyakan kedudukan sebagai makhluk hidup sebab tak bisa melakukan fungsi biologis dengan mandiri bila tak berada dalam sel inang. Disebabkan ciri khasnya tersebut maka virus selalu dihubungkan dengan beberapa penyakit tertentu contohnya virus influenza, virus HIV, virus flu burung dan virus mosaik tembakau. Replikasi virus yang terjadi di sel inang adalah proses yang begitu rumit, fase demi fase mulai tahap sintesis, infeksi sel inang hingga pembebasan partikel virus. Dalam replikasi virus dikenal dua macam daur atau siklus yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

Poin-poin perbedaan siklus Litik dan Lisogenik adalah sebagai berikut :

Siklus Litik memiliki ciri-ciri :

- Adalah daur replikasi virus yang mana sel inang terjadi lisis atau hancur di akhir siklus.
- Ada 7 fase meliputi : adsorbsi - injeksi - penggabungan - pembelahan - sintesis - perakitan - litik.
- Tak terjadi proses penggabungan ataupun pembelahan.
- Non virulen.
- Prosesnya cukup cepat.
- Siklus litik tak bisa beralih menjadi siklus lisogenik sebab diakhir proses sel inang hancur.
- Reproduksi berlangsung bebas tanpa tergantung kromosom inang.
- Di akhir daur sel inang melakukan lisis yang menyebabkan mati.
- Bagian DNA virus merusak DNA sel dan menguasai fungsi sel sekaligus menghancurkannya.
- Virus melakukan replikasi menghasilkan bakteriofage.
- Menciptakan virus ganas atau virulent.
- Terjadi infeksi virus.

Siklus Lisogenik memiliki ciri-ciri :

- Daur perbanyakan virus yang mana sel inang tak hancur di akhir proses sebab memiliki virulensi.
- Ada 5 fase meliputi : adsorbsi - injeksi - sintesis - perakitan - litik.
- Terjadi proses penggabungan dan pembelahan.
- Virulen.
- Prosesnya cukup panjang.
- Siklus lisogenik bisa berubah ke siklus litik bila virulensi bakteri menghilang.
- Reproduksi tergantung dari kromosom inang.
- Di akhir daur bakteriofag tetap bisa membelah diri.
- DNA virus melebur ke DNA sel namun tak menghancurkan sel.
- Virus tak memberikan keturunan.
- Porses perbanyakan akan menghasilkan virus sedang dalam hal keganasannya.   
- Tanpa disertai indikasi terjadinya infeksi virus.