Tahu Perbedaan Cek dengan Bilyet Giro yang Dikeluarkan Bank

Tak seperti jenis tabungan lain, tabungan giro adalah tabungan yang disediakan pihak bank untuk tujuan transaksi bisnis. Tabungan giro ini kerapnya dimanfaatkan sejumlah perusahaan. Ketika melakukan transaksi maka nasabah yang dalam hal ini perusahaan yang memiliki tabungan giro memakai cek dan bilyet giro. Untuk catatan dari transaksi yang telah terjadi, perusahaan tak mendapatkan buku rekening sebagaimana nasabah lain, akan tetapi bank bersangkutan akan memberikan rekening koran yang memuat daftar transaksi yang terjadi dalam sebulan. Ada beberapa perbedaan cek dengan bilyet giro seperti poin-poin berikut ini.


- Cek (Cheque)
Adalah surat perintah tak bersyarat yang dibuat oleh nasabah untuk bank penyimpan dana agar membayar sejumlah tertentu ketika diunjukkan. Ada dua jenis cek yaitu cek atas nama dan cek atas unjuk. Cek atas nama adalah cek dimana nama penerima dana tercantum di dalamnya. Pihak bank akan membayarkan dana ke nama yang tertulis di cek itu. Sedangkan cek atas unjuk adalah cek dimana nama penerima dana tak tercantum di dalam cek. Pihak bank akan membayarkan ke siapapun yang menyerahkan cek itu untuk diuangkan. Sebuah cek harus memenuhi beberapa persyaratan formal sehingga dianggap sah yaitu : nama “Cek” wajib tercantum dalam teks, perintah tanpa bersyarat untuk membayarkan sejumlah dana, nama pihak yang wajib membayar dana, bank dimana pembayaran akan dilakukan, tanggal dan tempat cek ditarik dan tanda tangan dari orang yang mengeluarkan cek. Cek cuma bisa dibatalkan pemilik rekening sesudah tenggang waktu pengunjukan berakhir menggunakan surat pembatalan diperuntukkan ke bank dimana di dalamnya setidaknya berisi data nomor cek, tanggal penarikan, jumlah nominal serta tanggal mulai berlakunya pembatalan.

- Bilyet Giro
Bilyet Giro merupakan surat perintah yang diberikan oleh nasabah untuk bank agar memindahbukukan sejumlah uang dari rekening pemberi perintah ke rekening bank dari yang disebutkan namanya. Sebuah Bilyet Giro harus memenuhi beberapa syarat formal yaitu : mencantumkan kata “Bilyet Giro” dan nomor Bilyet Giro, nama pemberi perintah, perintah jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana, nama dan nomor rekening pemegang, nama bank penerima, nominal uang yang dipindahbukukan dalam bentuk angka dan huruf, tempat dan tanggal penarikan serta tanda tangan dan nama jelas. Bilyet Giro memiliki tenggang waktu penawaran atau masa berlaku selama 70 hari dimulai semenjak tanggal penarikan. Sementara tanggal kadaluarsa Bilyet Giro dimulai sesudah melebihi 6 bulan semenjak tanggal habisnya tenggang waktu penawaran. Bilyet Giro cuma bisa dianulir sesudah tenggang waktu penawaran berakhir menggunakan sebuah surat pembatalan diperuntukkan ke bank dengan mencantumkan nomor Bilyet Giro, tanggal penarikan dan nominal uang yang dipindahbukukan.