Minggu, 03 September 2017

Sebelum Terlambat, Perbedaan Tumor dengan Kanker

Penyakit kanker masih menempati urutan atas dari deretan penyakit mematikan di seluruh dunia. Penyakit yang sulit diobati kala sudah memasuki stadium lanjut ini begitu menjadi momok masyarakat dunia. Berbicara tentang kanker biasanya disebut juga penyakit tumor. Lalu apa perbedaan tumor dengan kanker?

Kata kanker (cancer) berasal dari bahasa Latin untuk kepiting karena kanker seringnya memiliki bentuk tidak teratur dengan sifat layaknya seekor kepiting. Kepiting jika sudah mencapit maka mereka tak akan melepaskan mangsanya. Istilah kanker khusus merujuk pada pertumbuhan sel baru yang memiliki kemampuan untuk menyerang jaringan di sekitarnya. Sel kanker memiliki sifat metastasis (menyebar ke organ lain) yang akhirnya dapat menyebabkan kematian pada pasien jika tidak segera diobati.

Istilah tumor dan kanker kadang-kadang digunakan bergantian meski itu bisa menyesatkan. Perbedaan tumor dengan kanker salah satunya sebuah tumor tidak selalu akan menjadi kanker. Kata tumor mengacu pada arti massa contohnya benjolan yang berisi cairan bisa didefinisikan sebagai tumor. Jenis tumor menurut pertumbuhannya bisa dibagi ke tumor ganas (malignant neoplasm) dan tumor jinak (nonmalignant neoplasm). Sebuah kanker adalah jenis tumor yang ganas.  Sebuah tumor ganas sering resisten terhadap pengobatan, dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh dan mereka kadang-kadang kambuh setelah jaringannya diangkat. Sementara sebuah tumor jinak biasanya terlokalisasi, dan tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh. Kebanyakan tumor jinak merespon dengan baik pengobatan yang dilakukan.

Anda boleh jadi pernah membaca berita tentang resikonya mengkonsumsi daging olahan yang dapat memicu kanker. Memang daging segar memiliki karakteristik karsinogen ke manusia sebagaimana berita yang dirilis badan kesehatan dunia WHO. Studi memperlihatkan jika daging olahan sebanyak 50 g bisa memperbesar kemungkinan terkena kanker kolorektal hingga 18 %. Tak hanya itu saja, konsumsi gula pun dijelaskan dapat menimbulkan kecanduan layaknya narkoba. Jika demikian lalu kita harus mengkonsumsi jenis makanan apa supaya selalu sehat? Para ahli menjawab bahwa kita mesti mencontoh kebiasaan makan masyarakat Mediterania yaitu meningkatkan konsumsi sayur-mayur, polong-polongan, buah-buahan dan mengurangi konsumsi daging serta susu.

Sejumlah riset membuktikan bila rahasia agar umur panjang dengan risiko terkena kanker dan serangan jantung yang rendah memang menganut pola makan Mediterania. Kebiasaan makan masyarakat Mediterania tadi pun bisa menyehatkan otak plus akan terjauhkan dari obesitas yang pastinya akan menjadikan kita makin pede. Mengikuti pola makan Mediterania yang sehat dan seimbang sebetulnya gampang saja. Siasatnya yakni melengkapi setengah piring yang Anda makan dengan sayur-mayur dan serta kacang-kacangan. Anda boleh menyantap ikan dan daging ayam paling tidak 2 kali sepekan. Sebagai cemilannya, konsumsi buah-buahan atau kacang-kacangan. Sedangkan sebagai sumber karbohidrat, konsumsi nasi merah, sereal ataupun oatmeal.