Rabu, 23 Agustus 2017

Sebelum Membuat Roti, Kenali Beda Baking Soda dan Baking Powder

Agar menjadi tukang roti yang baik, beberapa hal kecil pun harus anda ketahui. Salah satunya beda baking soda dan baking powder. Baking powder dan baking soda keduanya secara visual sangat mirip namun secara kimiawi berbeda. Kedua bahan tambahan ini sangat sering digunakan pada pembuatan roti dan kue. Fungsi utamanya adalah sebagai pengembang bahan.


- Baking Soda
Disebut juga dengan soda bikarbonat atau natrium bikarbonat. Anda mungkin masih ingat percobaan ilmiah yang dilakukan di sekolah yaitu  pencampuran baking soda dengan cuka untuk membuat letusan gelembung dalam model gunung berapi. Ketika Anda mencampur baking soda dengan cuka yang bersifat asam maka akan terjadi reaksi kimia berupa letusan gelembung. Gelembung itu sebenarnya adalah gas karbon dioksida. Reaksi yang sama persis pun terjadi pada kue, roti, cookie dan sebagainya. Saat baking soda bereaksi dengan beberapa bahan roti yang bersifat asam seperti buttermilk, gula merah, yoghurt, jus lemon, cuka, cream of tartar, molasses, saus apel, bubuk coklat alami atau madu maka akan menghasilkan gas karbon dioksida yang membuat adonan mengembang saat dipanggang. Baking soda adalah bahan yang kuat sebagai pengembang. Bahkan kekuatannya bisa mencapai 3 hingga 4 kali dibanding baking powder. Menambahkan baking soda lebih banyak dalam resep tidak selalu berarti adonan akan lebih mengembang. Anda hanya perlu menggunakan sesuai resep sebab bila terlalu banyak baking soda dan bahan asam tidak cukup untuk membuat reaksi maka itu artinya akan ada sisa baking soda dalam resep. Hasilnya bisa saja roti yang anda buat akan berasa sabun. Aturan praktisnya adalah sekitar 1/4 sendok teh baking soda per 1 cangkir tepung dalam resep.

- Baking Powder
Baking powder mengandung baking soda. Ini adalah campuran baking soda, cream of tartar (asam kering), dan kadang-kadang tepung jagung. Di pasaran ada jenis baking powder jenis dual acting. Ini berarti bahwa reaksi pertama terjadi ketika baking powder menjadi basah saat mencampurkan bahan-bahan kering dengan cair dalam resep. Reaksi kedua terjadi ketika baking powder dipanaskan di dalam oven.  Aturan praktis penggunaan baking powder adalah sekitar 1 sendok teh baking powder per 1 cangkir tepung dalam resep.

Anda sekarang sudah paham beda baking soda dan baking powder. Beberapa resep kadang membutuhkan kedua bahan tersebut. Resep tersebut biasanya ada beberapa bahan yang bersifat asam (yoghurt, gula merah, dll). Akan tetapi karbon dioksida yang dihasilkan tidak cukup untuk volume adonan dalam resep. Itu sebabnya baking powder digunakan tambahan sehingga adonan bisa mengembang sempurna. Alasan lain menggunakan baking powder dan juga  baking soda dalam resep tertentu adalah karena bisa mempengaruhi kematangan dan rasa. Jika Anda memiliki resep yang mengharuskan penggunaan baking soda, Anda mungkin bisa menggantikannya dengan baking powder. Namun Anda perlu hingga 4x lebih baking powder untuk mendapatkan jumlah yang sama dari takaran baking soda.