Kamis, 17 Agustus 2017

Poin-Poin Penting Perbedaan Desa dengan Kelurahan

Bentuk pemerintahan terkecil di Indonesia adalah desa. Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh rakyatnya lewat Pilkades. Ada lagi istilah kelurahan untuk pemerintahan setingkat desa di perkotaan. Namun kelurahan memiliki hak terbatas dalam mengatur wilayahnya sendiri. Lalu apa perbedaan desa dengan kelurahan ini?


Definisi Desa :

Merupakan kesatuan masyarakat hukum dengan batas-batas wilayah yang memiliki kewenangan mengelola dan mengatur urusan masyarakat setempat, menurut sejarah dan adat-istiadat setempat yang disahkan oleh sistem Pemerintahan Indonesia. Desa-desa yang ada di Indonesia memiliki banyak peran diantaranya adalah : menjadi hinterland atau pensuplai kebutuhan penduduk perkotaan, pemasok kebutuhan pekerja kasar untuk kota, pendamping pembangunan perkotaan dan sebagai bentuk pemerintahan terkecil di Indonesia. Sebuah desa dikepalai seorang Kepala Desa atau disingkat Kades dengan wewenang mengurusi pemerintahan di wilayah itu. Seorang Kades bukan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditetapkan dari hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang oleh seluruh warga desa. Kepala Desa memiliki masa jabatan selama 6 tahun dan bisa dipilih lagi untuk 1 periode. Dalam tugas pemerintahan sehari-hari Kepala Desa dibantu oleh beberapa orang perangkat desa yang salah satunya adalah Sekretaris Desa (Sekdes). Dalam pengambilan kebijakan, Kepala Desa mendapat masukan dari Badan Perwakilan Desa (BPD).


Definisi Kelurahan :

Adalah gabungan wilayah dari beberapa Rukun Warga (RW) untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan. Ciri-ciri dari sebuah kelurahan adalah : ada di kecamatan kota atau kabupaten/kotamadya, termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dibiayai APBD, tanpa otonomi, lurah yang memerintah kelurahan ditunjuk Bupati/Walikota lewat Sekretaris Daerah dan sifatnya administratif. Dalam setiap kelurahan dipimpin oleh lurah yang dibantu perangkat kelurahan yaitu Sekretaris Kelurahan, seksi-seksi dan jabatan fungsional. Lurah diusulkan oleh camat yang kemudian diangkat oleh Bupati/Walikota berdasarkan Surat Keputusan (SK). Lurah sendiri adalah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan masa jabatan tak dibatasi namun sesuai dengan masa pensiun. Lurah memiliki kewenangan : menjalankan aktifitas pemerintahan, memberdayakan masyarakat yang dipimpinnya, melayani masyarakat, menjamin ketenteraman dan ketertiban umum, memelihara prasarana dan fasilitas umum, membina organisasi kemasyarakatan.

Perbedaan desa dengan kelurahan :

- Desa dipimpin oleh Kepala Desa sementara kelurahan dipimpin oleh lurah.
- Status jabatan Kepala Desa adalah pemimpin desa itu sedangkan lurah merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditugaskan di kelurahan.
- Kepala Desa berstatus bukan sebagai PNS berkebalikan dengan lurah yang seorang PNS.
- Proses pemilihan Kepala Desa lewat Pemilihan Kepala Desa sementara lurah ditunjuk Bupati/Walikota.
- Kepala Desa memiliki masa jabatan 6 tahun yang kemudian bisa dipilih kembali untuk 1 periode sedangkan lurah tanpa ada batasan masa jabatan namun disesuaikan dengan usia pensiun.
- Sumber dana desa berasal dari swadaya masyarakat sementara kelurahan dibantu pendanaannya yang diambilkan dari APBD.
- Wilayah desa dibagi-bagi menjadi dusun-dusun sedangkan kelurahan dengan lingkungan-lingkungan.