Perbedaan Ragam Lisan dan Ragam Tulis

Bahasa merupakan hal penting dalam kehidupan manusia sebab dengannya mereka dapat berinteraksi dengan sesama. Bahasa bisa berfungsi jika ada saling mengerti atau memahami satu dengan yang lain. Seseorang bisa mengerti maksud orang lain saat berbahasa jika mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan orang lain. Bahasa Indonesia memiliki banyak ragam bahasa yang salah satunya yaitu ragam bahasa lisan dan tulisan. Perbedaan ragam lisan dan ragam tulis dilihat dari cara penyampaian yang digunakan.

Ragam lisan yaitu cara menyampaikan sebuah bahasa menggunakan ucapan langsung, berintonasi dan diperkuat dengan gerak tubuh. Sedangkan ragam tulisan disampaikan dalam bentuk kalimat yang ditulis dengan benar sehingga pembaca bahasa tulisan dapat memahami maksud tulisan itu. Ada beberapa perbedaan ragam lisan dan ragam tulis yang bisa dicatat di sini. Untuk ragam lisan umumnya terikat oleh situasi , kondisi, tempat dan waktu. Misalnya materi yang dibahas secara lisan pada suatu kelas perkuliahan cuma penting di saat terjadinya saja. Pada ragam lisan, orang yang menyampaikan bisa menggunakan semacam peragaan lewat gerak tangan, mimik wajah, intonasi suara yang memiliki tujuan agar ungkapan diri, gagasan, ide, sikap, pengalaman atau perasaan bisa dipahami orang lain. Sementara untuk ragam tulis, peragaan semacam tadi tak bisa diilustrasikan menggunakan tulisan. Pada ragam bahasa tulis diharuskan penggunaan tata bahasa untuk ketepatan pemilihan kata ataupun susunan kalimat, penggunaan aturan pengejaan dan tanda baca sehingga bisa membantu makin jelasnya pengungkapan diri ke tulisan.

Ragam bahasa terpengaruh juga dengan sikap pembicara kepada lawan bicara bila menggunakan lisan dan sikap penulis kepada pembaca bila menggunakan tulis. Sikap tersebut diantaranya formal, bersahabat, santai atau dingin. Hal tersebut terlihat ketika memilih kata-kata serta penggunaan aturan tata bahasa. Tak jarang ragam ini dinamakan dengan gaya. Tiap penutur bahasa memiliki keterampilan berbeda-beda ketika menggunakan berbagai ragam bahasa tersebut. Akan tetapi kemampuan memanfaatkan berbagai ragam bahasa tersebut tidak sebagai warisan namun didapatkan lewat tahapan belajar dengan banyak latihan untuk memperluas pengalaman.

Tolok ukur penggunaan bahasa yang benar yaitu kecermatan penentuan ragam bahasa yang menyesuaikan kebutuhan berkomunikasi. Penentuan tersebut berhubungan dengan topik yang dibicarakan, harapan dari pembicaraan itu, seseorang yang diajak berbincang bila secara lisan atau pembaca yang hendak membaca tulisan serta tempat. Kecuali itu, bahasa yang baik selalu mengutamakan logika, maksudnya bahasa yang digunakan harus logis dan menyesuaikan dengan tata nilai di masyarakat.

Baik bahasa lisan ataupun tulisan yang digunakan saat berkomunikasi memiliki maksud utama agar orang lain paham dengan betul maksud yang hendak disampaikan. Bahasa adalah jantung kehidupan sebab tanpa menguasai ragam bahasa, kita tak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bisa disimpulkan perbedaan ragam lisan dan ragam tulis antara lain : ragam lisan mengharuskan adanya lawan bicara sedang ragam tulisan tidak, ragam lisan terikat situasi ruang dan waktu sedang ragam tulis tidak, ragam lisan tak menuntut diksi yang tepat sementara ragam tulis harus betul-betul memperhatikan diksi.