Senin, 04 September 2017

Perbedaan Osmosis dan Difusi

Difusi dan Osmosis adalah konsep penting yang sering terjadi di sekitar kita. Kedua istilah ini mengacu pada pergerakan molekul dan partikel di sekitar kita. Keduanya memainkan peran aktif dalam berbagai bidang seperti fisika, kimia dan biologi. Difusi juga digunakan dalam sosiologi, ekonomi dan keuangan untuk merujuk pada difusi orang, ide-ide dan nilai-nilai. Meskipun keduanya mengacu pada pergerakan molekul dan partikel, namun berbeda satu sama lain. Ada beberapa perbedaan osmosis dan difusi di sini.

Difusi adalah proses dimana molekul bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa memerlukan gerakan massal. Hasil difusi berupa pergerakan molekul atau terjadinya pencampuran digunakan energi kinetik. Kata 'difusi' berasal dari kata Latin "diffundere" yang berarti "menyebar". Dalam difusi, molekul berada dalam keadaan gerakan konstan dan ketika didorong oleh energi kinetik atau termal maka cenderung berkumpul dengan molekul lain menghasilkan campuran tak terpisahkan. Contoh difusi, misalnya satu kontainer dipisahkan dengan partisi solid menjadi bagian A dan B. Bagian pertama diisi dengan air, sedangkan bagian kedua diisi dengan pewarna warna merah. Ketika partisi diangkat maka pewarna merah dan air akan mencoba untuk mengisi seluruh kontainer. Kemudian pewarna perlahan-lahan akan memerahkan air.

Difusi menyebabkan molekul berpindah dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah, sehingga molekul akan bercampur semua. Proses Difusi akan berhenti ketika semua molekul sudah tercampur merata. Difusi tidak terbatas pada air namun juga bekerja pada gas di mana molekul gas memiliki lebih banyak energi dan kemampuan untuk bercampur dengan molekul lain. Proses Difusi memainkan peranan penting dalam suplai mineral, nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Osmosis adalah jenis difusi di mana molekul bercampur melalui membran semipermeabel dari cairan yang lebih encer ke cairan yang lebih pekat. Membran semipermeabel adalah lapisan sangat tipis yang memungkinkan molekul kecil, seperti oksigen, air, karbon dioksida, amonia, glukosa, asam amino, dll bisa melewatinya. Namun membran semipermeabel tersebut tak memungkinkan molekul berukuran lebih besar seperti sukrosa, protein, dan lainnya bisa melewatinya. Osmosis membutuhkan air agar dapat melewati membran.

Perpindahan molekul dalam osmosis juga untuk diperlukan untuk menyamakan konsentrasi larutan di kedua sisi membran. Osmosis juga dapat merujuk kepada proses fisik di mana pelarut bergerak melintasi membran semipermeabel, yang secara efektif memisahkan pelarut dari zat terlarut yang mengakibatkan dua larutan yang berbeda dengan konsentrasi berbeda. Kejadian tersebut dikenal dengan reverse osmosis. Osmosis sendiri dibagi menjadi tiga tahap yaitu hipotonik, isotonik dan hipertonik. Pada tahap hipotonik, larutan eksternal memiliki konsentrasi lebih rendah dibanding larutan internal, sedangkan tahap hipertonik, larutan eksternal memiliki konsentrasi lebih tinggi daripada solusi internal. Dan untuk Isotonik adalah keseimbangan yang tercapai ketika kedua larutan memiliki konsentrasi yang sama.

Perbedaan osmosis dan difusi, jika difusi itu mengacu pada pergerakan bahan kimia apapun dari satu tempat ke tempat lain maka osmosis secara eksklusif mengacu pada gerakan air melintasi membran. Difusi pun merupakan gerakan molekul (zat terlarut atau partikel) sementara osmosis adalah pergerakan molekul air. Perbedaan osmosis dan difusi lainnya, jika osmosis membutuhkan air untuk prosesnya maka difusi tak memerlukan air.