Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik

Saat ini mulai marak fenomena pendirian bank sampah. Bank sampah yang didirikan di perkampungan atau wilayah tertentu ini akan menampung sampah-sampah yang dihasilkan oleh warga. Selanjutnya bank sampah ini yang akan mengelola sampah sehingga memiliki nilai tambah. Warga yang menyetorkan sampahnya sebelumnya harus memilih mana sampah organik dan mana yang anorganik. Anda mungkin masih belum ngeh mengenai perbedaan limbah organik dan limbah anorganik.


Sampah teronggok dimana saja kita berjalan baik berbentuk padatan, cair dan bahkan gas. Hal itu utamanya dikarenakan masih minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai ancaman sampah pada lingkungan sekitar dan juga kesehatan manusia. Bila tak bisa disebut terlambat, saat ini sudah ada gerakan kebersihan yang memberikan anjuran untuk membuang sampah ke tempatnya. Langkah yang ditempuh adalah menyiapkan beberapa tong sampah untuk jenis-jenis sampah tertentu. Tujuannya adalah supaya lebih gampang dalam hal penanganannya. Saat di taman-taman umum anda tentu sering menjumpai 2 tong sampah dengan tulisan sampah organik dan sampah anorganik.

Nah kini kita akan membahas perbedaan limbah organik dan limbah anorganik. Pengertian organik dan anorganik untuk konteks sampah ini tak sama bila dibanding penggunaan organik dan anorganik pada ilmu kimia. Limbah organik yaitu sampah yang bersumber dari makhluk hidup bisa dari tumbuhan ataupun hewan ternak misalnya sisa sayuran, daun-daun kering, potongan buah-buahan busuk, sisa-sisa makanan dan sebagainya. Ciri utama limbah organik ini adalah cepat terurai atau terdekomposisi. Sementara limbah anorganik yaitu sampah yang terbuat dari aneka bahan produksi manusia misalnya saja dari bahan logam, kaca, kertas dan yang terbanyak adalah plastik. Penggunaan sampah dan limbah sering dibedakan. Bila sampah adalah hasil sampingan rumah tangga maka limbah adalah bahan buangan dari pabrik, aktifitas pertambangan atau manufaktur lain.

Anda pun bisa ikut berpartisipasi menjaga kelestarian alam dari berdisiplin mulai hal-hal sepele. Misalnya saat anda minum es menggunakan kemasan plastik, jangan langsung dibuang plastik pembungkusnya, namun cari tong sampah dengan tulisan anorganik dan organik. Dan anda tentu sudah paham harus membuang ke tong yang mana. Betul sekali, anda harus membuang ke tong Anorganik. Pembagian tersebut digunakan agar lebih mempermudah langkah daur ulang plastik. Tiap-tiap jenis sampah bisa dilakukan daur-ulang yang berbeda. Sehingga yang paling tepat lagi di rumah kita sebaiknya disiapkan 5 tong sampah untuk limbah organik, plastik, logam, kertas dan kaca.

Setelah mengetahui perbedaan limbah organik dan limbah anorganik, anda mulai bisa mengumpulkan sampah dan kalau anda mau bisa menghasilkan uang dari sana. Sudah banyak bukti para pebisnis sampah yang menghasilkan banyak laba sebatas menjadi pengepul sampah, kemudian mendaur-ulang atau sekedar dilempar ke perusahaan. Di samping bisa ikut andil menjaga kelestarian alam, anda pun bisa mengumpulkan uang.