Perbedaan Lari dan Jalan Cepat Beserta Manfaat Sehatnya

Menambahkan latihan aerobik ke aktifitas rutin adalah cara terbaik untuk membangun kebugaran kardiovaskular Anda. Lari dan jalan kaki keduanya adalah latihan aerobik yang sangat baik. Lari dan jalan kaki cepat akan membantu mengurangi kelebihan berat badan, memperbaiki tidur, meningkatkan mood, memperbesar tingkat energi, menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta mengurangi kemungkinan terkena kanker, diabetes dan penyakit jantung. Perbedaan lari dan jalan cepat hanya terletak pada kedudukan kaki, penjelasannya adalah sebagai berikut ini.


Untuk gerakan jalan cepat maka akan selalu ada salah satu kaki yang masih berpijak ke tanah. Sementara pada gerakan lari ada saatnya kedua kaki tidak menjejak ke tanah atau melayang di udara. Namun keduanya tetap dengan gerakan langkah kaki secara bergantian. Di samping itu perbedaan lari dan jalan cepat pun terdapat pada kecepatan langkah kaki yang dilakukan. Lari tentunya memiliki ritme langkah kaki yang lebih cepat dari jalan kaki cepat.

Lari atau jalan cepat adalah kegiatan yang murah dan mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bagi mereka yang mau memilih olahraga lari dapat memperoleh manfaat kesehatan dan kebugaran yang sama dengan cukup dengan jalan cepat. Berjalan adalah latihan yang baik bagi mereka yang baru mulai latihan atau bagi mereka yang mempunyai masalah kesehatan. Bagi mereka dengan kelebihan berat badan yang cukup signifikan, berjalan cepat bisa menurunkan tingkat stres pada tubuh.

Agar mendapatkan manfaat dari latihan yang anda lakukan, yang paling penting adalah anda bisa menikmatinya. Jadi jika Anda lebih suka berjalan kaki, maka lakukan lah. Dan jika anda suka lari, segera awali loncatan pertama kaki anda. Perbedaan lari dan jalan cepat dilihat dari kalori yang terbakar adalah sebagai berikut :

Kalori yang terbakar per jam untuk orang dengan berat 72 kg :

Berjalan 3 km/jam = 317 kalori
Berjalan 4 km/jam = 374 kalori
Berjalan 7 km/jam = 835 kalori

Lari 5 km/jam = 614 kalori
Lari 6 km/jam = 730 kalori
Lari 8 km/jam = 979 kalori
Lari 10 km/jam = 1306 kalori

Dari hasil penelitian, berjalan kaki akan membakar lebih banyak lemak daripada lari karena saat berolahraga dengan intensitas lebih rendah, lemak digunakan sebagai bahan bakar. Jika Anda meningkatkan intensitas latihan dari berjalan ke lari maka akan lebih banyak karbohidrat dari tubuh Anda yang digunakan untuk bahan bakar. Jika Anda memiliki 30 menit untuk latihan maka anda akan membakar 187 kalori berjalan kaki dengan kecepatan 4 km/jam atau membakar 365 kalori jika berlari pada kecepatan 6 km/jam.

Faktor lain yang penting untuk dipertimbangkan ketika memilih antara berjalan kaki atau lari adalah berlari berisiko cedera lebih besar. Olahraga lari dapat saja menyebabkan cedera pada sendi pinggul, lutut dan pergelangan kaki. Untuk mengurangi resiko cedera saat berlari maka anda bisa melakukannya di trek rumput, jalan hutan dan tak lupa mengenakan sepatu berkualitas baik. Lari dengan teknik yang benar dengan secara bertahap meningkatkan jarak tempuh. Meski ada perbedaan lari dan jalan cepat, namun keduanya memiliki banyak manfaat. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh anda.