Rabu, 23 Agustus 2017

Perbedaan Kalimat Fakta dan Opini Disertai Contoh-Contohnya

Ketika membaca artikel-artikel yang disajikan surat kabar atau majalah, anda tentu akan menjumpai beragam kalimat fakta dan juga opini yang saling terhubung satu sama lain. Kalimat fakta itu ada kalanya diperkuat dengan opini penulis atau juga sebaliknya. Ada kalanya juga kalimat fakta malah mengakibatkan opini penulis mentah kembali. Demikian itu dialektika fakta dan opini. Kalimat opini dapat dibuat menurut keinginan si penyampai. Opini pun dapat berubah sebagai bola liar ketika terkait dengan isu sensitif. Lantas bagaimana seharusnya melihat perbedaan kalimat fakta dan opini dalam sebuah teks?

Perbedaan kalimat fakta dan opini bisa dilihat dari definisi keduanya seperti dijelaskan dalam uraian berikut ini :

Fakta :
Yaitu suatu bentuk informasi yang memang nyata atau betul-betul ada. Dalam membuat kalimat fakta harus diikuti beberapa bukti pendukung. Sebab itu fakta akan sulit dibantah dengan kalimat opini. Beberapa ciri dari fakta yaitu : kebenarannya obyektif atau tak berat sebelah ; menunjuk ke orang, benda, kejadian, jumlah ataupun waktu tertentu, merupakan jawaban atas pertanyaan apa, siapa, berapa, kapan dan di mana. Beberapa contoh dari kalimat fakta :

- Pamekasan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pulau Madura.
- Madura adalah salah satu wilayah produsen garam terbesar di tanah air.
- Kota Roma merupakan ibukota dari Negara Italia.
- Harimau adalah contoh binatang karnivora atau pemakan daging binatang lain.
- Bapak Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi adalah presiden RI ke tujuh setelah Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
- Burung Cendrawasih merupakan salah satu satwa langka di bawah perlindungan.
- Larry Page dan Sergey Brin adalah dua anak muda cerdas pendiri Google Inc yang berpusat di Amerika Serikat.

Opini :

Yaitu pandangan, anggapan, pemikiran atau juga dugaan dari individu atau kelompok yang umumnya diikuti dengan sejumlah alasan untuk memperkuatnya. Beberapa ciri dari kalimat opini adalah : kebenaran yang dipastikan belum dipastikan, menggunakan kata-kata antara lain : mungkin, kira-kira, bisa saja, sepertinya dan kata-kata lain yang sejenis ; menjelaskan kaitan sebab-akibat. bersifat subyektif dengan adanya pemakaian kata-kata : mau, ingin, bisa atau terasa ; sebagai kalimat usulan, saran maupun nasihat ; berupa kalimat pengandaian. Beberapa contoh dari kalimat opini adalah sebagai berikut :

- Makanan dengan kandungan lemak tinggi dilarang dikonsumsi anak-anak.
- Bila kita mandi tiap hari maka tubuh akan segar.
- Ketika menyaksikan TV kita jangan sekali-kali mengenakan kacamata.
- Bermukim di daerah pegunungan tentunya amat mengasyikkan.
- Menjadi orang kaya itu tak gampang.
- Pemerintah semestinya lebih keras kepada para koruptor pencuri uang rakyat.
- Masakan soto ayam buatan Ibuku sangat lezat untuk dinikmati di sore hari.
- Liburan kali ini terasa begitu meletihkan bagi kami.
- Ibukota RI terasa begitu gerah ketika siang hari.