Senin, 22 Februari 2016

Perbedaan Gurindam dan Pantun Lengkap dengan Contohnya

loading...
Puisi termasuk jenis karya sastra dengan pakem berupa sajak, ritma maupun jumlah baris sekaligus menggunakan bahasa padat penuh makna. Berdasarkan zamannya maka puisi diklasifikasikan dalam puisi lama dan puisi baru. Puisi lama menjadi puisi rakyat dengan nama pengarang yang tak dikenal. Puisi ini pun penyampaiannya hanya dari mulut ke mulut yang diwariskan turun temurun. Puisi lama pun harus mematuhi berbagai aturan diantaranya jumlah baris dalam setiap baitnya, jumlah suku kata ataupun persajakan.

Ada beberapa jenis puisi lama yang mesti diketahui yaitu : pantun, gurindam, seloka, karmina, syair, talibun dan mantra. Kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai pantun dan gurindam. Ada beberapa perbedaan gurindam dan pantun seperti dijelaskan berikut ini.

Apa itu Pantun ?
Sebagai salah satu jenis puisi melayu kuno dengan ciri-ciri : setiap bait berisikan 4 baris kalimat, setiap baris tersusun atas 4 hingga 5 kata, menggunakan sajak (rima) dengan pola ab ab, baris ke-1 dan ke-2 dinamakan sampiran, baris ke-3 dan ke-4 dinamakan isi. Pantun sendiri ada berbagai jenis menurut isi dan maksud di dalamnya misalnya saja Pantun mengenai lingkungan hidup, Pantun nasihat, Pantun teka-teki, Pantun jenaka, Pantun agama dan lain-lain. Beberapa contoh Pantun bisa dilihat seperti berikut ini :

Galau hati buatku sesak
Memandang dirimu nan sendiri
Jika bumi ini rusak
Manusia pula yang akan rugi

Semilir angin terasa tertahan
Di tepian kota yang tercemari
Air udara anugerah Tuhan
Namun selalu saja dikotori

Jangan suka makan mentimun
Mentimun itu sarat getahnya
Jangan suka duduk melamun
Melamun itu tiada gunanya

Jika puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan tuan bijaksana
Hewan apa tanduknya di kaki

Limau purut di tepian rawa
Buah di lanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa
Melihat kucing duduk berbedak

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang
Menangis di liang kubur
Ingat awak tak sembahyang

Apa itu Gurindam?
Istilah Gurindam diambil dari logat Tamil India. Gurindam yakni jenis karya sastra puisi melayu kuno dua seuntai menggunakan sajak a-a. Kendati tersusun atas dua baris namun sebetulnya sebagai satu kalimat berbentuk kalimat majemuk hubungan sebab-akibat atau syarat hasil. Bila baris pertama adalah syarat maka baris kedua sebagai jawabannya. Gurindam hampir serupa dengan peribahasa atau pepatah. Jumlah suku kata untuk setiap baris terdiri mulai 10 hingga 14 suku kata. Contoh-contoh Gurindam diantaranya adalah sebagai berikut :

Tahu pekerjaan tidak baik, namun dilakukan
Alih-alih manusia itu adalah penampakan setan

Cari olehmu sahabat
yang bisa digunakan sebagai obat

Kurang pikir kurang siasat
Pasti dikau nantinya tersesat

Pikir dulu sebelum berkata
Agar terelak silang sengketa

Siapa gemar silang sengketa
Kelak tentu akan berduka

Bila terkena sifat kikir
Sanak kerabat pasti menyingkir

Barang siapa hendak bercinta
Ikrarkan dulu akan setia

Barang siapa hendak berkasih
Pastikan hati selalu bersih

Barang siapa berkasih sayang
Jangan sampai nyawa melayang

Barang siapa dimabuk cinta
Pastikan dapat berita gembira

Tanda manusia yang celaka
Aib dirinya tiada disangka

Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang sungguh gagah
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perbedaan Gurindam dan Pantun Lengkap dengan Contohnya