Kamis, 25 Februari 2016

Perbedaan Frasa dan Klausa

loading...
Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur dengan pikiran lengkap. Kalimat sebagai satuan bahasa terkecil bisa disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Ketika membahas kalimat sering digunakan istilah frase dan klausa. Lalu apa perbedaan frase dan klausa ini? Secara pengertian, frase dan klausa adalah sebagai berikut :


A. Frase
Sebagai gabungan dua kata atau lebih dengan tak terikat subyek dan predikat. Misalnya : rumah makan, di kantor, rumah sakit. Frase dibedakan menjadi tiga yaitu :

1. Frase endosentrik
Yaitu frase dengan distribusi sama untuk setiap unsurnya. Dibagi ke dalam tiga golongan meliputi :

- Frase endosentrik koordinatif, frase dengan unsur-unsur setara yang dihubungkan menggunakan kata atau tanda hubung. Contohnya:  pembinaan dan pengembangan, kakek-nenek.

- Frase endosentrik atributif, frase dengan unsur-unsur tak setara. Contohnya : hari libur (hari sebagai unsur pusat dan libur sebagai unsur atributif).

- Frase endosentrik apositif, frase dengan atribut sebagai aposisi atau keterangan tambahan. Contohnya : Intan, anak Pak Sukiman, jago main basket (Intan sebagai unsur pusat sementara anak Pak Sukiman sebagai aposisi).

2. Frase Eksosentrik
Yaitu frase dimana unsur-unsurnya tak memiliki distribusi setara. Contohnya : murid kelas XII sedang bergotong-royong di dalam kelas. Frase di dalam kelas tak memiliki distribusi setara dengan unsur lainnya.

3. Frase Nominal
Adalah frase dengan distribusi yang sama untuk kata benda. Contohnya: rumah sakit, sepatu baru.

4. Frase Verbal
Adalah frase dengan distribusi yang sama untuk kata kerja. Contohnya : akan bekerja.

5. Frase Bilangan
Adalah frase dengan distribusi sama untuk kata bilangan. Contohnya: dua buah, dua keping

6. Frase Keterangan
Adalah frase dengan distribusi sama untuk kata keterangan. Contohnya: tadi malam, besok pagi.

7. Frase Depan
Adalah frase dengan kata depan untuk penandanya disertai kata atau frase sebagai aksinya. Contohnya : dari desa, di halaman sekolah.

8. Frase Ambigu
Frase yang memiliki makna ganda contohnya : pabrik pakaian milik desainer busana wanita kondang ( frase desainer busana wanita bisa memunculkan makna ganda : desainer busana dengan jenis kelamin wanita atau desainer yang membuat model busana khusus wanita.

B. Klausa
Yaitu satuan gramatikal berbentuk kelompok kata, setidak-tidaknya tersusun dari subyek dan predikat dan acapkali kali juga melibatkan obyek, pelengkap ataupun keterangan. Misalnya : ketika beberapa negara lain telah menjadi negara berkembang, Negara kita baru melakukan proses ke negara berkembang. Kalimat tadi tersusun atas beberapa klausa berupa : ketika beberapa negara lain menjadi (S-P), negara berkembang (O-Pel), negara kita baru melakukan (S-P), proses ke negara berkembang (P-O). Ada beberapa klasifikasi klausa diantaranya menurut struktur intern-nya yaitu :

1. Klausa lengkap, memiliki semua unsur inti yaitu subyek dan predikat.

2. Klausa inversi, dimana unsur predikat mendahului unsur subyek.

3. Klausa tak lengkap, dimana tak semua unsur inti ada. Umumnya yang ada cuma subyek saja atau predikat saja. Sementara unsur inti lainnya ditiadakan.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perbedaan Frasa dan Klausa