Sabtu, 19 Agustus 2017

Perbedaan Bentuk Negara Kesatuan dengan Negara Serikat Terletak Pada

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa negara Indonesia dalam sejarahnya pernah menganut bentuk negara serikat. Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk 27 Desember 1949 yang merupakan hasil perundingan 3 pihak pada Konferensi Meja Bundar yaitu : Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) dan Belanda. Negara RIS sendiri tak bertahan lama karena bubar pada 17 Agustus 1950. Kini bangsa Indonesia menganut bentuk negara kesatuan. Lalu apa perbedaan bentuk negara kesatuan dengan negara serikat ini?

Perbedaan negara kesatuan dengan negara serikat bisa dilihat dari definisinya masing-masing seperti berikut ini :

Definisi negara kesatuan :

Yakni bentuk negara tunggal atau cuma ada satu negara. Dengan demikian tak ada negara lain di dalam negara itu. Sebuah negara kesatuan cuma memiliki sebuah pemerintahan berupa pemerintahan pusat dengan kekuasaan dan wewenang tertinggi. Disebabkan pemerintah pusat mempunyai wewenang tertinggi, dengan begitu penguasa bisa memutuskan segala hal. Negara kesatuan memiliki ciri-ciri sebagai berikut : cuma mempunyai seorang kepala negara, menggunakan dasar satu konstitusi, memiliki satu susunan kabinet dan hanya ada satu dewan perwakilan.

Definisi negara serikat :

Merupakan negara yang berdiri dari gabungan negara-negara bagian. Beberapa negara bagian tadi semula berdaulat sendiri namun lantas membuat sebuah ikatan antar negara dengan bergabung dalam sebuah federasi menghasilkan sebuah pemerintahan federal. Bentuk ikatan antar negara bagian tersebut bersifat permanen artinya negara-negara bagian itu tak boleh keluar masuk negara serikat yang sudah dibentuk itu. Negara serikat memiliki dua tipe pemerintahan yakni pemerintahan federal dan beberapa pemerintahan negara bagian. Itu artinya sebuah negara serikat terdapat tanggung-jawab yang mesti ditangani negara federal dan terdapat juga tanggung-jawab yang masih ditangani negara bagian.

Keinginan untuk memilih bentuk negara dominan tergantung dari tujuan dan keadaan bangsa itu sendiri.  Tak dapat begitu saja mengadaptasi apa yang dianut negara lain. Bentuk negara yang sesuai untuk bangsa Indonesia tidak lantaran mencontoh Amerika, Jepang, Belanda atau negara lain. Namun karena memang sesuai dengan tujuan negara  Indonesia dan kondisi bangsa Indonesia waktu itu.

Ada beberapa kelebihan dari diterapkannya negara kesatuan antara lain : segala urusan diatur secara terpusat sehingga akan dihasilkan pemerataan di segala bidang, kemampuan pemimpin nasional lebih berkualitas sebab pemilihan dijalankan bertaraf nasional, ongkos penyelenggaraan demokrasi jauh lebih murah, pemerintahan pusat dan daerah dalam kendali yang satu untuk koordinasi yang jauh lebih mudah, ongkos penyelenggaraan ekonomi lebih murah untuk memperkuat daya saing serta kemakmuran akan makin merata sebab daerah minus disokong pemerintahan pusat.

Namun begitu bentuk negara serikat pun memiliki beberapa kelebihan yaitu : kekuasaan pemimpin daerah lebih besar dengan begitu kemungkinan akan lebih inovatif, pemimpin daerah pada tingkat nasional akan merata dari setiap daerah meskipun mungkin ada yang tak memiliki kualitas serta wilayah dengan kekayaan alam yang melimpah akan lebih cepat maju.