Minggu, 20 Agustus 2017

Perbedaan Antara Spermatogenesis dan Oogenesis pada Manusia

Gametogenesis adalah pembentukan sel sperma dan sel telur yang terjadi melalui proses meiosis. Selama meiosis terjadi maka dua sel akan memisahkan kromosom berpasangan dalam inti dan kemudian memisahkan kromatid yang dibuat selama tahap awal siklus hidup sel, sehingga gamet yang terbentuk masing-masing berisi setengah jumlah kromosom orang tua. Produksi sel sperma disebut spermatogenesis dan produksi sel telur disebut oogenesis. Dengan adanya spermatogenesis dan oogenesis ini maka dimungkinkan terjadinya fertilisasi atau pembuahan. Ada beberapa perbedaan antara spermatogenesis dan oogenesis ini.


Proses Oogenesis
Pada manusia, organ reproduksi disebut gonad. Gonad pada betina disebut ovarium yang di dalamnya proses oogenesis berlangsung. Selama proses ini, sel-sel induk di dalam organisme perempuan dikenal sebagai oogonia yang ter-diferensiasi dan berkembang menjadi sel kelamin betina yang dikenal sebagai ovum. Semua sel-sel utama dalam individu betina terbentuk selama perkembangan janin. Proses oogenesis berlangsung di lapisan terluar ovarium yang dimulai dengan sel germinal yang disebut Oogonium. Sel ini mengalami proses mitosis sehingga meningkat jumlahnya hingga mencapai antara satu hingga dua juta sel di dalam embrio.


Proses Spermatogenesis :
Gonad pada laki-laki disebut testis, di dalamnya ada organ khusus yang dikenal sebagai tubulus seminiferus. Di sinilah sel sperma sebenarnya terbentuk. Proses spermatogenesis dimulai dengan Meiosie. Meiosis dimulai dengan sel yang disebut spermatosit primer. Pada akhir pembelahan meiosis pertama, sel haploid yang dihasilkan disebut spermatosit sekunder. Sel haploid ini harus melalui pembelahan sel meiosis lain. Sel yang dihasilkan pada akhir meiosis disebut spermatid. Saat mencapai lumen tubulus dan tumbuh ekor maka inilah yang disebut dengan sel sperma. Empat sel sperma hasil dari setiap spermatosit primer saat terjadi meiosis. Dimulai dari masa pubertas, laki-laki menghasilkan jutaan sperma setiap hari selama hidupnya.

Perbedaan antara Spermatogenesis dan Oogenesis :
Spermatogenesis dimulai pada individu laki-laki setelah pubertas. Oogenesis di sisi lain dimulai selama kehidupan janin. Hal itu karena sel-sel utama dalam individu perempuan terbentuk selama perkembangan janin. Ketika individu perempuan mencapai pubertas maka dimulailah proses yang dikenal sebagai siklus menstruasi yaitu proses pembentukan ovum. Bila spermatogenesis terus berlangsung pada laki-laki sampai usia tua maka oogenesis berakhir pada saat wanita memasuki masa menopause sekitar usia 55. Baik spermatogenesis ataupun oogenesis yang terlibat dalam pembentukan sel haploid (hanya memiliki satu set kromosom, dan siap untuk bergabung dengan sel haploid lain) dari sel-sel diploid induk dinamakan dengan meiosis. Pada oogenesis proses meiosis berakhir dengan produksi satu sel telur dari setiap sel primer. Spermatogenesis di sisi lain akan berakhir dengan menghasilkan empat sperma dari setiap sel primer yang dinamakan dengan spermatogonium.