Paham Perbedaan Listrik Statis dan Listrik Dinamis

Listrik adalah penemuan yang sangat menakjubkan. Listrik berdampak besar pada cara hidup manusia. Kita tentu tidak bisa membayangkan hidup tanpa listrik. Manusia telah sangat bergantung pada alat-alat elektronik bertenaga listrik yang membuat hidup menjadi nyaman dan menyenangkan. Kebanyakan dari kita hanya menikmati manfaat listrik, tetapi tidak benar-benar memahami ilmu di balik itu, dan fenomena yang terkait dengan itu. Untuk itu mari kita coba untuk memahami dua fenomena listrik yaitu Listrik Statis dan Listrik Dinamis. Kemudian apa saja perbedaan listrik statis dan listrik dinamis ini.

Secara teknis listrik sesungguhnya adalah fenomena yang terjadi dalam dirinya sendiri yang melibatkan perpindahan atau pergerakan elektron. Ketika listrik sedang "beristirahat" (tak mengalir) maka hal itu disebut dengan listrik statis. Hal ini mengacu pada muatan listrik yang terdapat pada permukaan bahan atau zat. Listrik statis dihasilkan oleh gesekan atau kontak tiba-tiba, misalnya menggosok dua bahan satu sama lain. Kedua bahan bisa kehilangan atau memperoleh elektron melalui gesekan ini. Bahan yang kehilangan elektron akan membuatnya bermuatan positif karena kelebihan proton. Sebaliknya, zat yang memperoleh elektron dikatakan bermuatan negatif. Atom tertentu pada suatu bahan mudah kehilangan elektron dan juga sebaliknya pada atom tertentu lain memiliki kecenderungan untuk menerima elektron. Pada dasarnya fenomena listrik statis dicapai ketika ada pemisahan muatan positif dan negatif. Contoh listrik statis : sisir atau penggaris yang digesek-gesekkan ke rambut kering atau kain wol akan menghasilkan medan elektromagnet yang bisa menarik serpihan kecil kertas.

Listrik dinamis di sisi lain, adalah fenomena berpindahnya elektron dalam jalur atau arah tertentu seperti sebuah aliran air. Listrik dinamis mengalir melalui bahan. Listrik bisa dihasilkan dari berbagai sumber seperti dari baterai (Alessandro Volta, tahun 1800 adalah penemu pertama baterai listrik yang mampu mengeluarkan aliran arus listrik). Pada baterai terjadi reaksi kimia untuk menghasilkan listrik. Listrik dinamis dalam jumlah besar biasanya dihasilkan oleh generator dari suatu pembangkit listrik. Jaringan kabel listrik dari sebuah pembangkit listrik pada intinya adalah mengalirkan elektron dan disebut dengan arus listrik.

Bisa disimpulkan perbedaan listrik statis dan listrik dinamis adalah sebagai berikut :

- Listrik statis disebabkan oleh penumpukan muatan listrik pada permukaan benda, sementara listrik dinamis adalah fenomena dari aliran elektron melalui suatu konduktor misalnya kabel.

- Ketika suatu benda digosok maka bisa kehilangan atau terjadi penambahan elektron yang mengakibatkan fenomena listrik statis.

- Listrik dinamis biasanya bisa dikendalikan seperti yang banyak kita gunakan di rumah-rumah tangga. Sementara listrik statis biasanya tidak terkontrol dan hanya muncul secara sporadis.

- Listrik dinamis bisa dihasilkan oleh baterai ataupun pembangkit listrik sementara listrik statis hanya terjadi saat benda digesek-gesekkan.