Senin, 14 Agustus 2017

Membuka Perbedaan Puisi dan Sajak

Dalam kesusateraan di Indonesia dikenal puisi dan sajak. Boleh jadi kebanyakan orang akan mempersamakan antara keduanya. Puisi ya sajak dan sajak ya puisi. Namun dilihat dari pengertiannya, ada perbedaan puisi dan sajak yang harus diketahui seperti dijelaskan berikut ini.


Pengertian puisi :

Dilihat dari segi etimologis, puisi berasal dari bahasa Yunani "poesis" dengan arti penciptaan. Bahasa Inggris pun mengenal puisi yaitu poetry dan juga poem. Puisi merupakan bentuk karya sastra yang tak berlaku ketentuan persajakan, ritme atau jumlah bait sekaligus ditandai dengan pemilihan kata-kata yang padat. Sebuah puisi biasanya memiliki unsur-unsur intrinsik yaitu : tema (mengenai apa), amanat (nasihat apa yang diutarakan), rima (persajakan atau persamaan bunyi), ritme (tekanan pada kata-kata tertentu), majas (gaya bahasa), kesan (rasa yang hendak diungkapkan) dan diksi (pilihan kata). Contoh puisi :

Dunia ini memang gila sayang
Pun kamu harus menjadi gila untuk hidup dalam kegilaannya
Namun saat kamu mulai menggila, tetaplah ingat dua paling gila ini:
Kamu sungguh yang tergila sayang,
dan aku sungguh menggilai keadaan tergila-gila padamu.

Dunia ini memang gila sayang
Pun kamu harus menjadi gila untuk hidup dalam kegilaannya
Namun saat kamu mulai menggila, tetaplah ingat dua paling gila ini:
Kamu sungguh yang tergila sayang, dan aku sungguh menggilai keadaan tergila-gila padamu.

Dunia ini memang gila sayang
Pun kamu harus menjadi gila untuk hidup dalam kegilaannya
Namun saat kamu mulai menggila, tetaplah ingat dua paling gila ini:
Kamu sungguh yang tergila sayang, dan aku sungguh menggilai keadaan tergila-gila padamu.

Pengertian Sajak :

menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sajak adalah karya sastra berbentuk puisi dimana penulisannya berbentuk baris-baris teratur dan terikat. Sajak mengutamakan kesesuaian bunyi bahasa, apakah itu keselarasan bunyi, kekontrasan ataupun kesamaan. Sajak ada yang mengatakan sebagai gabungan dari pantun dan syair melihat pola dan jumlah baris dalam bait. Berikut adalah contoh sajak :

Kalau tidak karena bulan
Tidaklah bintang meninggi hari
Kalau tidak karena tuan
Tidaklah saya sampai kemari

Guruh petus penuba limbat
Ikan lumba berenang-renang
Tujuh ratus jadikan ubat
Badan berjumpa maka senang

Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ke tengah laut
Ombak pulang peceh berderai
Keribaan pasar rindu berpaut

Uncang buruk tak tertali
Kian kemari bergantung-gantung
Bujang buruk tak berbini
Kian kemari meraung-raung

Perbedaan puisi dan sajak menurut Putu Arya Tirtawirya yaitu bila puisi adalah sebuah pengungkapan implisit, tersamar diikuti makna tersirat. Kata-kata dalam puisi cenderung memiliki arti konotatif. Sedangkan sajak memiliki cakupan lebih luas dan tidak cuma hal-hal tersirat namun melibatkan juga isi dan juga hingga ke pengaruh yang dihasilkan, diantaranya bunyi. Sehingga sajak ada kalanya juga dimaknai dengan bunyi. Sedangkan Mc Caulay mengatakan bahwa puisi merupakan bagian dari karya sastra yang memanfaatkan kata-kata menjadi sarana penyampaian untuk menghasilkan imajinasi dan ilusi sebagaimana sebuah lukisan yang memanfaatkan baris dan warna ketika menyiratkan ide dari pelukisnya.