Sabtu, 19 Agustus 2017

Memahami Perbedaan Cuaca dengan Iklim

Memahami dan menafsirkan data cuaca lokal dan memahami hubungan antara cuaca dan iklim penting sebagai langkah pertama untuk memahami perubahan iklim global dalam skala besar. Ketika para ilmuwan menjelaskan cuaca pada waktu dan tempat tertentu atau iklim dari daerah tertentu, mereka menggambarkan karakteristik : suhu udara, tingkat kekeruhan, jumlah curah hujan, tekanan udara atau arah dan kecepatan angin. Mengapa cuaca dan iklim menggambarkan karakteristik yang sama meski keduanya berbeda?  Anda harus tahu perbedaan cuaca dengan iklim.


Cuaca adalah kondisi atmosfer saat ini, termasuk suhu, curah hujan, angin, dan kelembaban di suatu tempat tertentu. Jika Anda berdiri di luar, Anda dapat mengetahui bagaimana panas di luar dengan melihat alat pengukur suhu. Anda pun bisa merasakan jika cuaca sedang hujan atau berangin, cerah atau berawan. Semua faktor tersebut adalah pendukung cuaca. Cuaca adalah apa yang terjadi sekarang atau mungkin terjadi besok atau dalam waktu dekat.

Iklim di sisi lain, adalah kondisi cuaca secara umum. Misalnya di musim hujan kita berharap akan sering terjadi hujan di wilayah tertentu atau cerah di wilayah yang lain. Jadi iklim adalah apa yang Anda harapkan dan cuaca adalah apa yang Anda dapatkan. Atau bisa dianalogikan Iklim akan membantu Anda memutuskan pakaian apa yang cocok untuk dibeli, sementara cuaca akan membantu Anda untuk memutuskan pakaian apa yang harus dipakai. Iklim adalah rata-rata cuaca di suatu wilayah tertentu. Badan cuaca nasional menggunakan nilai-nilai seperti suhu tertinggi dan terendah dan juga intensitas curah hujan selama 30 tahun terakhir untuk membuat rata-rata cuaca di setiap wilayah tertentu. Agar lebih akurat dalam menggambarkan karakter iklim suatu wilayah maka variasi, pola, dan kondisi ekstrem cuaca juga harus disertakan. Dengan demikian, iklim merupakan jumlah dari semua informasi statistik cuaca yang menggambarkan suatu daerah.

Untuk menyelidiki bagaimana iklim dapat berubah karena pengaruh manusia, para ilmuwan menggunakan data cuaca dari rentang waktu yang telah lalu. Data rinci cuaca harian dikumpulkan dari stasiun meteorologi di seluruh dunia. Namun beberapa faktor dapat membatasi akurasi data. Sebagai contoh, banyak stasiun meteorologi yang berada di atau dekat daerah perkotaan yang sering mengalami suhu hangat dibanding wilayah pedesaan. Hal ini disebabkan panas diserap oleh beton dan aspal serta kurangnya naungan dan menguapkan pendinginan yang dilakukan vegetasi. Fenomena ini dikenal sebagai "efek pulau panas."

Banyak stasiun cuaca telah dipindahkan dari lokasi pedesaan ke dekat bandara, sehingga sulit untuk menafsirkan dan membandingkan pengukuran dari waktu ke waktu. Memahami dan menafsirkan data cuaca lokal dan memahami hubungan antara cuaca dan iklim merupakan langkah penting pertama dalam memahami perubahan iklim global. Dengan begitu langkah-langkah pencegahan bisa segera diambil untuk menanggulangi pemanasan global makin menjadi-jadi.