Rabu, 30 Agustus 2017

Lebih Jelas Mengenai Perbedaan Monarki dan Republik

Umumnya bentuk pemerintahan baru akan dianut bila pilihan yang sebelumnya gagal untuk memenuhi kebutuhan warganegaranya. Ketika suatu bentuk pemerintahan dibentuk, hal-hal positif dari pemerintahan sebelumnya tetap dipertahankan sedangkan yang negatif akan diubah. Demikian pula ketika pemerintahan Monarki dan Republik didirikan. Jadi, apa sebenarnya perbedaan Monarki dan Republik? Kedua tipe pemerintahan tadi dibedakan berdasarkan beberapa faktor seperti definisinya, ideologi, karakteristik, struktur, dan lainnya.


Monarki bisa didefinisikan sebagai Pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja atau ratu, sedangkan Republik didefinisikan sebagai sistem politik yang diatur oleh wakil-wakil terpilih pilihan rakyat. Perbedaan Monarki dan Republik cukup kentara ketika kita mempelajari berbagai jenis pemerintahan yang ada. Monarki dan Republik sangat berbeda dalam prinsip-prinsip dasar yang digunakan.

Perbedaan Monarki dan Republik dari sejarahnya :
Monarki telah ada semenjak abad ke-1 SM sedangkan Republik pertama kali digunakan sekitar abad ke-6 SM. Pendiri atau pendukung dari Monarki adalah Charles V, Ivan V, Joanna dari Kastilia, Tsar Peter I dan mereka yang juga telah memberikan kontribusi dalam perkembangan sistem pemerintahan Republik yaitu John Calvin dan Montesquieu.

Perbedaan Monarki dan Republik dari karakteristiknya :
Membandingkan Monarki dengan Republik tentu tak bisa dilepaskan dari pembahasan kelebihan dan kekurangan dari kedua tipe pemerintahan ini. Kelebihan sebuah pemerintahan Monarki diantaranya adalah : sistem dengan proses yang lebih cepat, proses pembuatan aturan hukum lebih sederhana, dan memiliki tentara yang kuat. Sedangkan kelebihan Republik  yaitu : perwakilan terpilih, hak penuh individu dan bukannya sebagian, kekuatan suara terbanyak. Monarki memiliki kerugian seperti sulitnya menegakkan pemerintahan yang tegas dan proses pembuatan hukum yang panjang. Sementara kelemahan dari Republik adalah : kemungkinan pemungutan suara yang buruk untuk memilih perwakilan, sulitnya menentukan tindakan pemerintah yang tegas, hukum yang panjang dan kemungkinan salah pilih perwakilan.

Perbedaan Monarki dan Republik dari strukturnya :
Ketika kita membandingkan struktur Monarki dengan Republik maka beberapa faktor yang harus diperhatikan adalah suara mayoritas, suksesi, kehadiran parlemen dan konstitusi. Mayoritas kehadiran tidak berlaku untuk Monarki. Sementara untuk Republik aturannya adalah mayoritas kehadiran. Aturan suksesi yang diterapkan dalam Monarki adalah keturunan sementara Republik ditentukan dengan pemilihan umum. Baik Monarki maupun Republik memiliki parlemen dan juga konstitusi.

Contoh negara-negara dengan sistem Monarki : Brunei, Malaysia, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, Belgia, Honduras, Denmark, Monaco, Norwegia, Spanyol dan Vatican City. Contoh negara-negara dengan sistem republik : China, Timor Timur, India, Indonesia, Irak, Isreal, Laos, Nepal, Pakistan, Korea Selatan, Singapore, Taiwan, Turki, Estonia, Finlandia, First Hellenic Republic, Irlandia, Lithuania, Malta, Northern Cyprus, Portugal dan Republic of Kosovo.