Minggu, 27 Agustus 2017

Belajar Puisi Lama : Perbedaan Gurindam dan Karmina

Gurindam dan Karmina adalah bagian dari puisi lama yang berkembang di Indonesia dan Malaysia. Seperti diketahui puisi lama adalah puisi yang terikat dengan beberapa aturan baku diantaranya jumlah kata dalam baris, jumlah baris dalam bait dan sebagainya. Di samping itu puisi lama pun merupakan puisi rakyat yang tidak diketahui siapa nama penulisnya serta penyampaiannya yang dilakukan dari mulut ke mulut atau sebagai sastra lisan. Sama-sama tersusun dari dua baris kalimat, Gurindam dan Karmina memiliki perbedaan. Perbedaan Gurindam dan Karmina bisa disimak dari penjelasan berikut ini.

Pengertian Gurindam :

Yaitu salah satu jenis puisi lama dengan 3 ciri utama. Ciri kesatu, tiap bait tersusun atas dua baris yang mempunyai rima atau persajakan yang sama yaitu a-a atau b-b. Ciri kedua, jumlah suku kata yang menyusun baris berjumlah 10 hingga 14 suku kata. Ciri ketiga, hubungan antar baris satu dan dua menghasilkan kalimat majemuk dengan korelasi sebab-akibat. Gurindam umumnya bermuatan nasihat atau petuah. Contoh paling terkenal dari gurindam yaitu gurindam dua belas hasil karya Raja Ali Haji. Contoh-contoh gurindam :

Siapa saja tiada memegang agama.
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Tahu pekerjaan tak baik namun dilakukan
Alih-alih manusia, itulah wujud setan.

Jika kopi tidak lagi hitam.
Tentu pagi terasa kelam.

Jika kopi kebanyakan gula.
Tentu hati terasa hampa.

Siramlah hatimu dengan sabda.
Pasti hari-harimu akan bijaksana.

Siramlah pikiranmu dengan pengetahuan.
Pasti masa depanmu penuh kesuksesan.

Putra-putri yang berbakti.
Tentu selalu terangkan hati.

Terhadap sesama saling hormati.
Jelas hidup akan berarti.

Pengertian Karmina :

Merupakan bentuk pantun pendek yang cuma tersusun atas dua baris. Dinamakan juga sebagai pantun kilat. Baris pertama sebagai sampiran, sedangkan baris kedua adalah isinya. Di budaya Betawi, bentuk Karmina ini sangat populer sebagai pantun pendek yang kerap dipakai dan ditampilkan ketika diadakan beberapa acara penting diantaranya saat lamaran, pesta pernikahan, perayaan budaya, dan lainnya. Contoh-contoh Karmina:

Satu dua tiga empat.
Aki renta pakai tongkat.

Dulu parang, sekarang besi.
Dulu sayang sekarang benci.

Burung perkutut melayang-layang.
Abang kentut tak bilang-bilang.

Sudah gaharu cendana pula.
Sudah tahu bertanya pula.

Kura-kura dalam perahu.
Pura-pura tidak tahu.

Gelatik di pohon jati.
Cantik itu yang baik hati.

Gelatik hinggap di salak.
Cantik itu lantaran akhlak.

Gelatik mematuk polong.
Cantik itu gemar menolong.

Ada jelaga di dalam kereta.
Mata terjaga hati akan tertata.

Buahnya ranum kulitnya luka.
Bibir tersenyum banyak yang suka.

Tari saman indah geraknya.
Tanda iman lapang dadanya.