Senin, 21 Agustus 2017

Belajar Menentukan Perbedaan Jalak Suren Jantan dan Betina Anakan

Jalak Suren atau disebut juga Jalak Uren adalah species burung yang gampang akrab dan jinak dengan pemiliknya. Wajar jika burung yang satu ini seringnya dimanfaatkan menjadi binatang penjaga rumah. Kebanyakan penghobi yang merawat burung Jalak Suren lanntaran kemampuan kicauannya yang pandai meniru suara burung-burung lain. Jalak Suren yang gacor biasanya segera bernyanyi saat melihat orang yang mendekat. Ada satu kesulitan yang sering dialami oleh para penangkar sekalipun sudah berpengalaman yaitu menentukan perbedaan Jalak Suren jantan dan betina anakan.

Dengan mengetahui jenis kelamin sejak anakan maka penangkar tak akan keliru memelihara Jalak Suren berjenis kelamin sama yang akibatnya tak bisa menghasilkan keturunan. Pada umur-umur di bawah 8 bulan antara jantan dan betina sangat sulit dibedakan. Baru setelah lewat umur 8 bulan hingga masa matang birahi (umur 1,5 tahun), Jalak Suren bisa dibedakan antara jantan dan betina. Harga Jalak Suren per pasang dari hasil penangkaran bisa mencapai Rp.350 ribu tergantung umur.

Kembali ke pembahasan perbedaan Jalak Suren jantan dan betina anakan. Burung Jalak Suren mulai memasuki masa kedewasaan sekitar 8 hingga 10 bulan. Pada saat itu ciri-ciri fisik dan perilaku antara yang jantan dan betina mulai dapat dibedakan. Pengamatan cermat perlu dilakukan sehingga tak keliru menentukan jantan dan betina. Burung Jalak Suren jantan berpostur tubuh lurus berukuran agak besar dibanding yang betina. Bentuk tubuhnya lonjong memanjang dengan kepala besar membulat. Ciri paruh pun agak panjang dan terlihat kokoh dibanding betina. Beralih ke bulu, untuk yang tumbuh di kepala, punggung serta bagian dada mempunyai warna hitam pekat mengkilat. Kulit di atas mata memiliki warna merah terang dan terlihat menonjol dengan warna di sekitarnya. Bulu yang tumbuh di sisi bawah tubuh berwarna putih bersih. Ciri lainnya yaitu ekor yang agak lebih panjang dengan helai-helai bulu yang menyatu. Jantan pun memiliki jari-jari kaki lebih panjang dan kokoh dibanding betina. Sementara untuk bulu jambul di kepala lebih panjang dan melebar ketika membuka. Adapun untuk ciri-ciri betina adalah mempunyai postur tubuh membulat dan lebih pendek dengan warna hitam dan putih bulu sedikit gelap. Betina pun memiliki ukuran paruh, ekor dan jari-jari kaki lebih pendek serta halus. Bentuk kepala relatif langsing. Area muka dihiasi warna merah yang lebih pucat dibanding Jalak Suren jantan.

Di samping itu, perbedaan Jalak Suren jantan dan betina anakan pun bisa dicermati dari gerakannya dimana jantan biasanya cukup gesit dan agresif daripada betina. Jantan pun mengoceh cenderung cerewet dengan variasi siulan yang lebih banyak. Intonasi bunyi juga lebih keras dibanding jenis kelamin betina. Bagi para penghobi yang hendak melakukan penangkaran maka penentuan Jalak Suren jantan dan betina harus dikuasai lebih dulu.