Setiap Muslim Harus Paham Perbedaan Zakat dan Infaq Sedekah

Kegiatan zakat, infak dan sedekah adalah bagian dari ibadah yang semestinya dilakukan oleh setiap muslim. Ketiga amalan itu dijalankan dengan memberikan sesuatu yang dimiliki sehingga bermanfaat untuk orang lain. Kaum muslim rata-rata masih belum paham betul pengertian ketiganya dan kerap menyamakannya. Lalu apa sebetulnya perbedaan Zakat dan Infaq serta Sedekah ini?


Definisi zakat yakni mengambil sejumlah harta sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur oleh syariat. Hasil zakat ini kemudian dibagikan kepada golongan tertentu yang juga sudah ditentukan oleh agama. Zakat merupakan salah satu dari 5 rukun Islam yang harus dilakukan oleh tiap orang Islam. Sasaran zakat ini adalah kepada 8 kelompok penerima (asnaf) seperti dijelaskan dalam Quran surat At-Taubah ayat 60 yang berbunyi : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang tengah dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Dengan begitu hasil pengumpulan zakat dilarang diberikan ke sembarang orang selain dari 8 asnaf tersebut.

Sementara infak dan sedekah tak berhukum wajib namun cuma sunnah. Berdasarkan penjelasan dari para ahli fiqih, definisi infak yaitu segala macam pembelanjaan seorang muslim bagi kepentingan dirinya, keluarganya ataupun masyarakat. Sementara sedekah yaitu bagian dari infak namun khusus untuk pembelanjaan pada jalan Allah. Sedekah tak mesti berbentuk uang sebab seorang muslim pun bisa mengerjakannya misalnya dengan sedekah ide atau pemikiran atau bersedekah dengan tenaga yang dimiliki. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharanya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” (Muttafaq’alaih).

Perbedaan zakat dan infak selanjutnya yaitu waktu pelaksanaannya. Seorang muslim bisa mengeluarkan infak atau sedekah kapan pun saat mempunyai kelapangan. Sementara waktu pengeluaran zakat cuma bisa dilaksanakan di saat yang sudah ditentukan. Misalnya zakat fitrah harus dikeluarkan dalam bulan Ramadan, kemudian zakat mal dikeluarkan saat memenuhi nisab serta sudah dikuasainya untuk satu tahun lamanya.

Zakat, infak dan sedekah termasuk bentuk ibadah yang berperan penting untuk mensejahterakan sesama umat Islam, membina persaudaraan serta toleransi dalam masyarakat. Dengan melaksanakan kewajiban zakat maka setiap pribadi muslim bisa membersihkan harta yang dimilikinya dengan begitu harta menjadi barokah. Ayo membiasakan diri mengeluarkan zakat sekaligus berinfak dan bersedekah.