Selasa, 26 Januari 2016

Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Yukata dan Kimono

loading...
Tidak sedikit orang yang masih kesulitan melihat perbedaan Yukata dan Kimono. Bila diamati sepintas memang kedua jenis pakaian khas Jepang ini sama saja meski sebetulnya tak sama. Salah satu perbedaan Yukata dan Kimono adalah saat penggunaan. Bila Kimono hanya dikhususkan dikenakan pada acara-acara formal maka Yukata dikenakan pada saat santai seperti untuk jalan-jalan, menari atau melihat matsuri. Agar lebih paham, berikut dijelaskan perbedaan Yukata dan Kimono.


Yukata :

Merupakan jenis kimono yang terbuat dari kain katun tipis yang tak disertai pelapis. Yukata dikenakan supaya tubuh terasa sejuk pada sore hari atau sehabis mandi berendam air panas di malam hari. Yukata merupakan kimono yang bersifat nonformal yang dikenakan baik oleh pria ataupun wanita untuk bersantai pada musim panas. Yukata bisa dikenakan oleh siapapun tanpa memandang status baik perempuan yang sudah menikah ataupun belum. Saat latihan menari biasanya penari akan memakai Yukata untuk pengganti Kimono. Tujuannya supaya Kimono yang mahal tersebut tak rusak oleh keringat. Pemain Sumo pun mengenakan Yukata menjelang dan setelah melakukan pertandingan gulat. Bila melihat banyak orang mengenakan Yukata maka bisa dipastikan tak jauh dari situ sedang diadakan matsuri atau perayaan kembang api. Yukata untuk laki-laki lazimnya memiliki warna dasar gelap seperti warna hitam, biru gelap dan ungu gelap dihias motif garis-garis gelap. Sementara untuk perempuan seringnya memakai Yukata berwarna cerah atau aneka warna pastel bercorak bunga seruni, sakura, dan aneka bunga musim panas dan bahkan juga corak ikan maskoki. Yukata untuk anak-anak biasanya bercorak anime seperti Pokemon, Hamtaro dan Hello Kitty. Salah satu perbedaan penting Yukata dan Kimono adalah Yukata dijual di hampir semua toko pakaian sementara Kimono hampir tak ada toko yang menjualnya.


Kimono :

Yakni busana tradisional Jepang yang memiliki arti harfiah baju atau sesuatu yang dikenakan. Kimono masa kini biasanya mempunyai model menyerupai huruf T yaitu mantel dengan lengan panjang dan memiliki kerah. Kimono didesain dengan panjang sampai mata kaki. Kimono untuk perempuan memiliki model terusan sedangkan untuk laki-laki modelnya setelan. Kerah kanan aturannya mesti di bawah kerah kiri. Ikat pinggang dari kain dililitkan pada pinggang kemudian diikat pada bagian belakang. Untuk pelengkap Kimono adalah zōri atau geta sebagai alas kaki. Kimono saat ini cenderung dipakai para perempuan di momen istimewa. Untuk perempuan yang belum menikah memakai Kimono yang dinamakan Furisode dengan ciri khas lengan dengan lebar hingga ke lantai. Gadis Jepang berumur 20 tahun akan memakai Furisode saat mendatangi seijin shiki. Kaum lelaki memakai Kimono saat perayaan pernikahan, ritual minum teh ataupun agenda resmi yang lain. Untuk anak-anak memakai Kimono saat mendatangi acara Shichi-Go-San. Di samping itu Kimono pun dipakai oleh para pegawai di bidang jasa dan pariwisata, pelayan wanita di rumah makan tradisional dan karyawan penginapan tradisional.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Yukata dan Kimono