Senin, 11 September 2017

Sedikit Paham Beda Simpati dan Empati

Rasa Simpati dan Empati pengertiannya memang hampir serupa. Simpati dan empati merupakan dorongan kepedulian kepada sesama yang timbul dari dalam diri. Beda Simpati dan empati sebenarnya hanya dari kadar perasaan peduli kita terhadap kondisi orang lain. Rasa Simpati adalah peduli kepada orang lain tanpa disertai alasan tertentu. Termasuk bentuk rasa simpati contohnya menolong korban bencana alam atau memberikan ucapan selamat ulang tahun di hari ulang tahun seseorang. Perasaan Simpati mendalam sehingga sanggup mempengaruhi jiwa atau fisik dinamakan Empati.


Simpati merupakan kondisi dimana individu tertarik dengan pihak lain yang membuatnya bisa merasakan apa yang sedang dihadapi, dilakukan ataupun dialami orang lain. Perasaan sangat berperan dalam Simpati ini misalnya pada interaksi dengan sahabat, tetangga, atau rekan kerja. Seseorang bersimpati dengan orang lain disebabkan oleh perilaku, kewibawaan, perbuatan dan penampilan. Memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang adalah salah satu bentuk Simpati. Bersimpati pun bisa berarti berbuat sesuatu bagi orang lain sesuai dengan yang kita anggap baik dan benar.

Empati memang hampir sama dengan Simpati, namun tak sekedar perasaan saja namun disertai juga rasa mendalam di dalam jiwa. Misalnya jika orang tua dari teman kita meninggal maka kita pun akan merasakan juga kehilangan. Empati pun berbuat sesuatu untuk orang lain sesuai pola pikir orang lain itu. Yaitu yang dianggap orang lain menyenangkan dan benar. Sesuatu yang Anda anggap baik boleh jadi malah membuat orang lain terganggu. Empati merupakan kemampuan seseorang memahami perasaan orang lain tanpa terhanyut dalam suasana. Kemampuan tersebut merupakan kunci meningkatkan kualitas interaksi kita dengan orang lain sehingga akan bisa melihat suatu masalah yang dihadapi orang lain dengan lebih mendalam. Bisa memahami orang lain akan mewujudkan rasa saling berbagi antar sesama.

Era globalisasi dan persaingan di bidang ekonomi menyebabkan rasa simpati dan empati sosial masyarakat kian menurun. Tak aneh jika kerap muncul konflik sosial hanya karena persoalan sepele. Sosialisasi rasa empati semenjak dini sangat penting dilakukan dari lingkungan keluarga. Secara naluri sebenarnya bayi telah memiliki rasa empati. Contohnya di umur hingga 1 tahun bayi akan ikut menangis saat mendengar bayi lain. Baru di umur 1 hingga 2 tahun bayi mulai memahami jika kesusahan bayi lain bukan merupakan kesusahan yang harus ditanggung sendiri. Empati di usia anak-anak mesti selalu dikembangkan sebab jika tidak maka lambat laun akan terkikis. Anak yang memiliki rasa empati maka tak akan berlaku agresif dan suka menolong orang lain. Di samping itu empati terkait kepedulian pada orang lain seperti memberikan sumbangan pada mereka yang tak mampu. Empati artinya memposisikan diri sendiri seakan-akan di posisi orang lain tersebut. Memang nilai kemanusiaan seseorang terletak dari seberapa besar rasa empati yang dimiliki.