Perbedaan Zaman Batu dan Zaman Logam

Zaman Prasejarah merujuk ke masa dimana masyarakatnya belum dicatat pada catatan sejarah. Zaman Prasejarah pun mengacu ke periode sebelum adanya manusia dan sebelum mengenal tulisan. Secara umum zaman prasejarah di Indonesia bila dilihat dari bahan untuk membuat berbagai peralatan maka dibedakan menjadi Zaman Batu dan Zaman logam. Perbedaan zaman batu dan zaman logam bisa dilihat dari beberapa peninggalan yang ditemukan apakah terbuat dari batu atau dari logam (perunggu dan besi).

Berikut akan dijelaskan perbedaan zaman batu dan zaman logam beserta jenis-jenis peralatan yang dihasilkan :

Zaman Batu :

Berlangsung sebelum logam ditemukan dimana peralatan sehari-hari dibuat dari batu, tulang dan kayu. Ada 4 periode zaman batu yaitu :

- Zaman batu tua (Palaeolithikum)
Peralatan batu masih dibuat dengan kasar, tanpa diasah dan dipoles. Masa ini dinamakan juga dengan masa food gathering atau mengumpulkan makanan. Manusia di zaman ini hidup nomaden atau berpindah-pindah dan belum melakukan cocok-tanam.

- Zaman batu tengah (Mesolithikum)
Zaman ini cara nomaden dan food gathering pun masih dilakukan dengan cara berburu. Peralatan rumah tangga dibuat hampir serupa dengan zaman sebelumnya misalnya : kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) dan Pipisan. Jenis-jenis peralatan tadi ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan
Flores.

- Zaman batu muda (Neolithikum)
Peralatan rumah tangga yang digunakan sudah halus sebab sudah mengalami polesan dan asahan. Beberapa perabotan itu antara lain : kapak persegi,
kapak batu, gelang, kalung dan tembikar.

- Zaman batu besar (Megalithikum)
Dihasilkan peninggalan dari batu-batu besar seperti : Menhir (tugu batu besar untuk pemujaan roh), Dolmen (meja batu untuk menempatkan sesaji), Sarkofagus (peti mati dari batu utuh), kubur batu (peti mati dari lempengan batu), punden berundak, Waruga (kubur batu bentuk kubus) dan arca.

Zaman Logam :
Manusia sudah ahli menciptakan berbagai perabotan dari logam selain dari batu. Masyarakat zaman itu sudah mengetahui cara melebur logam untuk kemudian dicetak menjadi berbagai peralatan. Era ini dijuluki pula dengan masa perundagian sebab masyarakatnya sudah terampil membuat alat-alat rumah tangga. Zaman logam dibedakan menjadi dua yaitu :

- Zaman Perunggu
Masyarakatnya sudah bisa membuat perbandingan tembaga dan timah 3 : 10 untuk memperoleh bahan yang keras. Berbagai peralatan yang dihasilkan di zaman ini antara lain : kapak corong, Nekara Perunggu (semacam dandang untuk maskawin), Bejana Perunggu dan arca perunggu.

- Zaman Besi
Masyarakat sudah bisa melakukan peleburan biji besi untuk kemudian dicetak. Proses peleburan besi sendiri membutuhkan panas hingga 3500 °C dan menghasilkan beberapa peralatan seperti : mata kapak tangkai kayu, pisau, sabit, pedang dan cangkul. Berbagai peralatan itu banyak ditemukan di wilayah Gunung Kidul, Bogor, Besuki dan Punung.