Selasa, 05 September 2017

Perbedaan Oogenesis dan Spermatogenesis pada Manusia

Demi mempertahankan keberlangsungan generasi penerusnya, makhluk hidup dalam hal ini manusia atau hewan melakukan perkembangbiakan. Prosesnya dinamakan dengan fertilisasi atau pembuahan yaitu bertemunya sel kelamin lak-laki (sperma) dan sel kelamin wanita (ovum). Organ seks primer berupa testis pada laki-laki menghasilkan sperma dan ovarium pada wanita menghasilkan sel ovum. Proses produksi sel sperma dan sel ovum atau sel telur disebut dengan Gametogenesis. Gametogenesis pada pembentukan sperma disebut Spermatogenesis, sedangkan pembentukan sel ovum disebut Oogenesis.

Baik Spermatogenesis ataupun Oogenesis melalui tiga tahapan proses yaitu : fase multiplikasi, fase pertumbuhan dan fase pematangan. Meski melalui fase-fase yang sama namun ada beberapa perbedaan Oogenesis dan Spermatogenesis. Fase multiplikasi adalah perbanyakan sel germinal yang terjadi melalui mitosis sehingga dapat meningkatkan jumlah sel-sel. Sementara fase pertumbuhan adalah proses dimana sel-sel germinal berkembang bertambah besar dan fase pematangan yaitu proses dimana sel germinal melakukan meiosis untuk menghasilkan gamet haploid. Pengertian Spermatogenesis adalah proses pembentukan spermatozoa haploid (sperma) dari spermatogonium diploid di dalam testis jantan tepatnya di bagian tubulus seminiferus. Pengertian Oogenesis yaitu proses pembentukan ovum haploid fungsional dari sel germinal diploid di dalam ovarium.

Beberapa perbedaan Oogenesis dan Spermatogenesis adalah sebagai berikut :

Proses Spermatogenesis :

- Terjadi di dalam testis
- Seluruh tahapan selesai di dalam testis.
- Merupakan proses yang berkesinambungan.
- Spermatogonia berkembang dari epitel germinal yang melapisi tubulus seminiferus.
- Mendapat dukungan dari beberapa sel fungsi epitel germinal yang dinamakan sel Sertoli.
- Spermatogonium membbelah untuk membentuk spermatosit.
- Fase pertumbuhan pendek.
- Spermatosit primer membelah pada Meiosis I untuk membentuk dua spermatosit sekunder.
- Spermatosit sekunder membelah pada meiosis II untuk menghasilkan dua spermatid.
- Spermatosit A ​​membentuk empat spermatozoa.
- Ukuran sel sperma lebih kecil dari spermatosit.
- Nukleus atau inti sel mengalami kondensasi dalam sperma.
- Cadangan makanan hanya sedikit di dalam sperma.
- Menghasilkan gamet jantan yang bersifat motil.

Proses Oogenesis :

- Berlangsung di dalam ovarium.
- Sebagian besar proses Oogenesis terjadi di dalam ovarium tapi terakhir terjadi di dalam saluran telur.
- Merupakan proses yang terputus dengan tahap awal terjadi pada janin dan fase terakhir terjadi di kemudian hari.
- Oogonium berkembang dari epitel germinal di atas ovarium.
- Tanpa diferensiasi.
- Hanya beberapa Oogoinia yang berkembang menjadi Oosit.
- Fase Pertumbuhan lama.
- Oosit primer mengalami meiosis I untuk membentuk satu Oosit sekunder dan satu badan kutub
- Oosit sekunder mengalami meiosis II untuk membentuk satu sel telur dan satu badan kutub.
- Sebuah oosit hanya membentuk satu ovum atau sel telur.
- Ukuran Ovum lebih besar dari Oosit.
- Nukleus tetap terkondensasi di dalam ovum.
- Ovum memiliki banyak cadangan makanan dan unsur biokimia lainnya.
- Membentuk gamet betina non motil.