Rabu, 27 Januari 2016

Perbedaan Nabi dan Rasul Adalah

loading...
Selaku umat Islam maka kita harus memiliki keyakinan dengan keberadaan nabi dan rasul kendati belum sekalipun berjumpa dengan manusia-manusia pilihan Allah ini. Nabi dan rasul merupakan panutan terbaik untuk dicontoh dan diterapkan di keseharian kita. Memahami perbedaan nabi dan rasul pun penting sehingga tak muncul kesalahtafsiran antara keduanya.


Beberapa pendapat menyatakan jika nabi dan rasul berjumlah 25 orang saja. Namun berdasar hadis yang diriwayatkan Imam Turmudzi mengenai jumlah nabi menyatakan ada 124 ribu orang sementara rasul jumlahnya mencapai 313 orang. Dari jumlah sebanyak itu sebagai umat muslim kita hanya diperintahkan mempelajari 25 nabi dan rasul saja. Ke-25 nabi dan rasul itu yaitu :

- Nabi Adam a.s.
- Nabi Idris a.s.
- Nabi Nuh a.s.
- Nabi Hud a.s.
- Nabi Saleh a.s.
- Nabi Ibrahim a.s.
- Nabi Luth a.s.
- Nabi Ismail a.s.
- Nabi Ishaq a.s.
- Nabi Ya’qub a.s.
- Nabi Yusuf a.s.
- Nabi Ayub a.s.
- Nabi Syu’aib a.s.
- Nabi Musa a.s.
- Nabi Harun a.s.
- Nabi Zulkifli a.s.
- Nabi Daud a.s.
- Nabi Sulaiman a.s.
- Nabi Ilyas a.s.
- Nabi Ilyasa a.s.
- Nabi Yunus a.s.
- Nabi Zakaria a.s.
- Nabi Yahya a.s.
- Nabi Isa a.s.
- Nabi Muhammad SAW.

Sekarang kita membahas perbedaan nabi dan rasul. Nabi dipilih Allah darri seorang laki-laki yang memperoleh wahyu untuk dirinya sendiri dan tak berkewajiban mengajarkannya kepada umat manusia di zamannya. Sementara rasul yakni seorang laki-laki yang memperoleh wahyu Allah untuk dirinya sendiri dan berkewajiban mengajarkannya kepada umat manusia. Nabi diperkenankan Allah mengajarkan wahyu ke umatnya namun tak harus. Sementara seorang rasul wajib mengajarkan wahyu yang diterimanya kepada umat. Nabi merupakan orang pilihan yang melaksanakan syariat yang telah ada terlebih dulu yang dibawa oleh nabi atau rasul sebelumnya. Sementara rasul merupakan nabi dengan syariat baru.

Perbedaan nabi dan rasul lainnya adalah jika rasul dikirimkan untuk kaum yang ingkar sementara nabi dikhususkan untuk kaum yang telah beriman. Jika rasul memperoleh kitab suci maka nabi tak diberikan kitab suci. Seluruh rasul ditolong Allah dari usaha pembunuhan yang dilakukan orang kafir. Sementara nabi ada meninggal dengan sebab dibunuh kaumnya sendiri yang ingkar.

Berikut adalah rasul-rasul dengan kitab suci yang diterimanya :  Taurat untuk Nabi Musa a.s. ; Zabur untuk Nabi Daud a.s. ;  Injil untuk Nabi Isa a.s. dan terakhir Al-Quran untuk Nabi Muhammad SAW. Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah kepada umat manusia semuanya. Setelah Al-Quran maka tak ada lagi kitab suci baru yang turun hingga hari pembalasan tiba. Sesudah mengenal perbedaan nabi dan rasul maka kewajiban sebagai seorang muslim adalah mempercayai dan mengimaninya. Seperti yang termaktub dalam rukun iman yang keempat yakni iman kepada nabi dan rasul Allah.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perbedaan Nabi dan Rasul Adalah