Penjelasan Mudah Perbedaan Virus dan Virion

Virus adalah sejenis parasit berukuran sangat kecil, umumnya jauh lebih kecil dari bakteri. Mereka tidak memiliki kapasitas untuk berkembang dan bereproduksi di luar tubuh inangnya sehingga disebut parasit. Beberapa virus memiliki reputasi sebagai penyebab penularan penyakit. Tahun 2014 wabah Ebola di Afrika Barat dan sebelumnya tahun 2009 wabah H1N1 / flu babi adalah dua contoh pandemi yang disebabkan virus. Namun di sisi lain virus pun telah berperan sebagai alat penelitian dalam memajukan pemahaman proses seluler dasar seperti mekanisme sintesis protein, dan sebagainya. Dalam bidang makhluk mikroskopis ini pun dikenal istilah virion. Lalu apa perbedaan virus dan virion?

Semua virus mengandung dua komponen berikut : genom asam nukleat dan kapsid protein yang menutupi genom. Genom asam nukleat dan kapsid protein disebut secara utuh dengan nukleokapsid. Selain itu, banyak virus hewan mengandung lipid envelope (semacam membran lemak). Sedangkan seluruh virus utuh disebut dengan virion (tersusun atas kulit protein terluar kapsid dan inti asam nukleat baik RNA atau DNA). Struktur dan komposisi dari komponen penyusunnya bisa bervariasi.

Perbedaan virus dan virion berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh para ahli di Departemen Molekuler dan Biologi Sel University of Cape Town, virion yakni partikel virus dengan kandungan informasi genetik virus. Virion merupakan entitas lembam yang tak aktif hingga mereka menembus dinding sel inang yang sesuai. Bisa dimisalkan dengan pesawat luar angkasa yang membawa astronot menuju planet lain yang asing. Virion mengamankan bahan genetik virus tetap aman hingga bisa memperoleh sel host. Virion tersusun atas seluruhnya asam nukleat serta protein. Sejumlah virion dikelompokkan menjadi struktur isometrik sederhana heliks atau sederhana, sedangkan lainnya dikelompokkan ke virion dengan struktur kompleks.

Virion diproduksi dalam sitoplasma virus sementara Kapsid virion terbentuk dari subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid terbuat dari protein yang disandikan oleh genom virus. Protein yang terkait dengan asam nukleat dikenal sebagai nukleoprotein dan asosiasi protein kapsid virus dengan asam nukleat virus ini disebut sebuah nukleokapsid.

Cara kerja sebuah virion, pertama-tama ia akan menempel pada permukaan sel inang dan biasanya mengikat molekul permukaan sel tertentu yang memiliki ciri khusus infeksi. Contohnya : HIV-1, penyebab AIDS akan mengikat ke reseptor CCR5 kemokin yang ditemukan pada limfosit manusia dan makrofag. Setelah masuk ke dalam sel maka selububg virion akan terbuka. Gen virus mulai diekspresikan untuk proses sintesis protein yang dibutuhkan untuk replikasi genom sintesis protein baru untuk membuat capsids baru dan inti nukleus.