Minggu, 31 Januari 2016

Pengertian, Persamaan, Perbedaan Qurban dan Aqiqah

loading...
Sebagai seorang muslim kita tentu sering mendengar istilah qurban dan aqiqah. Ada perbedaan qurban dan aqiqah namun ada juga persamaannya. Termasuk kesamaan keduanya yakni sama-sama sebagai Nusuq atau ibadah dengan menyembelih binatang ternak. Daging hasil sembelihan boleh dimakan yang melakukannya dan sebagian lagi diberikan untuk fakir-miskin, namun bisa pula diserahkan sebagai hadiah.

Qurban berasal dari bahasa Arab Quroba yang artinya mendekat/pendekatan. Sementara definisi Qurban berdasarkan syariat agama Islam yakni upaya mendekatkan diri seorang hamba kepada Penciptanya dengan menyembelih hewan ternak serta dilakukan menurut tuntunan untuk memperoleh ridla Allah. Hukum Qurban sendiri yakni Sunnah Muakkadah artinya ibadah sunnah yang sangat ditekankan untuk dilaksanakan. Hewan yang dipergunakan sebagai qurban menurut ajaran Rasulullah SAW yakni unta, sapi dan kambing dengan ketentuan : seekor kambing untuk satu dengan ahlul bait-nya, seekor sapi untuk 7 orang termasuk ahlul bait-nya dan seekor unta untuk 7 orang hingga 10 orang dengan ahlul bait-nya. Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi dalam Nailul Authar juz 5, halaman 136 disebutkan "Dari 'Atha' bin Yasar dia berkata : Saya bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshariy, "Bagaimanakah udlhiyah yang dilakukan di masa Rasulullah SAW ?". Jawabnya, "Seorang laki-laki di zaman Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing untuknya dan untuk ahli baitnya (rumah tangganya), lalu mereka makan dagingnya itu dan memberi makan kepada orang lain, sehingga manusia bermegah-megah dengan qurban itu sehingga menjadi seperti yang engkau saksikan sekarang ini".

Sementara ‘Aqiqah berasal dari asal kata عَقَّ-يَعُقُّ-عَقًّا yang berarti memotong. Disebut dengan ‘Aqiqah berkenaan dengan dipotongnya leher hewan ternak dalam ritual penyembelihan tersebut. Ada juga yang menyebutkan jika ‘Aqiqah itu bermakna rambut yang tumbuh di kepala jabang bayi saat baru lahir. Rambut tersebut dinamakan dengan ‘Aqiqah yang harus dicukur. Sementara berdasarkan definisi dari sisi agama ‘Aqiqah adalah hewan ternak yang disembelih terkait kelahiran bayi di hari yang ke-7 kelahiran untuk maksud mendapatkan ridla Allah. Hukum melaksanakan Aqiqah ini adalah sunnah

Jadi perbedaan qurban dan aqiqah adalah : untuk qurban hanya sah bila dilaksanakan di hari yang sudah ditentukan yakni tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Dihitung semenjak habis shalat ‘Idul Adha hingga 3 hari hari Tasyrik. Sementara ibadah aqiqah dilaksanakan karena terjadinya kelahiran bayi dimana waktunya adalah hari ke-7 kelahiran. Dari hadist riwayat HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1056, no. 3165 disebutkan "Dari Samurah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap anak tergadai dengan ‘aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya, dan diberi nama”.

Perbedaan Qurban dan Aqiqah lainnya adalah jenis hewan yang disembelih. Jika pada Qurban seorang muslim bisa memilih untuk menyembelih unta, lembu atau kambing maka untuk Aqiqah ketetapannya hanya berupa hewan kambing tak peduli itu jantan atau betina. Berdasar riwayat HR. Tirmidzi juz 3, hal. 35, no. 1550 disebutkan "Dari Ummu Kurz (Al-Ka'biyah), bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ‘aqiqah. Maka jawab beliau SAW, "Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun betina".


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian, Persamaan, Perbedaan Qurban dan Aqiqah