Rabu, 27 Januari 2016

Mengenal Perbedaan Reproduksi Vegetatif dan Generatif

Makhluk hidup yang berhasil dalam beradaptasi dengan lingkungan hidup maka akan bisa melakukan perkembangbiakan (reproduksi). Sehingga sebelum makhluk hidup mati, mereka berusaha untuk memperoleh keturunan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenis makhluk hidup itu. Daya berkembang-biak tiap makhluk hidup tentu tak sama.

Beberapa jenis makhluk hidup bisa melakukan reproduksi secara cepat, namun sebagian lagi berkembang-biak dengan lambat. Reproduksi pada makhluk hidup ini diklasifikasikan menjadi dua yakni vegatatif dan generatif. Tumbuhan mempunyai cara reproduksi yang tak sama dengan hewan. Bila hewan melakukan reproduksi generatif saja maka tumbuhan bisa melakukan reproduksi baik generatif (seksual) ataupun vegetatif (aseksual).

Perbedaan reproduksi vegetatif dan generatif bisa dimengerti dari penjelasan berikut ini.

1. Reproduksi Vegetatif
Sebuah reproduksi Vegetatif memiliki sifat-sifat sebagai berikut : hanya membutuhkan satu induk, tak dibutuhkan sel kelamin, tak diawali dengan proses fertilisasi, anak berawal dari bagian tubuh induk dan diperoleh keturunan dengan sifat yang identik dengan induk. Di tumbuhan, reproduksi vegetatif adalah terbentuknya tumbuhan baru dari induk tunggal. Tumbuhan anak bisa tumbuh dari induk berbeda. Tumbuhan anak tadi bisa tumbuh dari akar, batang atau daun. Beberapa contoh cara reproduksi Vegetatif antara lain :

- Membelah diri misalnya : Amoeba (reproduksi hewan dengan cara vegetatif)
- Menghasilkan tunas misalnya : pohon pisang.
- Berasal dari umbi batang dan umbi lapis misalnya : kentang, talas, ubi jalar, bawang merah.
- Rhizoma (akar tinggal) misalnya : jahe.
- Geragih (stolon) misalnya : arbei, pegagan, semanggi.
- Spora (semacam biji namun sangat kecil) misalnya : tumbuhan paku.

Sejumlah organisme bisa pula melakukan dua macam perkembangbiakan yaitu vegetatif dan generatif sekaligus contohnya : Paramaecium, Hydra, ubur-ubur dan hewan Coelenterata yang lain.

2. Reproduksi Generatif
Sifat utama dari reproduksi generatif yakni adanya pembuahan yang diawali dengan penyatuan sperma (sel kelamin jantan) dan sel telur (sel kelamin betina) atau penyatuan benang sari (sel kelamin jantan) dan putik (sel kelamin betina) jika pada tumbuhan. Keturunan yang diperoleh memiliki sifat yang merupakan perpaduan induk jantan dan induk betina. Pada tumbuhan, reproduksi generatif bisa berlangsung di tumbuhan berbunga (Angiospermae) maupun tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae).  Berbagai cara reproduksi Generatif diantaranya :

- Reproduksi menggunakan biji pada tumbuhan misalnya : kacang.
- Reproduksi dengan menghasilkan telur (ovipar) misalnya : ayam, ular.
- Reproduksi dengan menghasilkan anak (vivipar) misalnya : kambing, sapi, kerbau, paus.
- Reproduksi dengan mengeluarkan telur yang sudah berkembang dalam tubuh induk (ovovivipar) misalnya : kadal

Khusus pada tumbuhan reproduksi generatif bisa berlangsung lewat beberapa cara :

- Konjugasi (reproduksi generatif dimana belum diketahui pasti alat kelaminnya) misalnya : ganggang hijau.
- Isogami (penyatuan dua sel kelamin yang memiliki ukuran sama) misalnya : ganggang biru.
- Anisogami (penyatuan dua sel kelamin dengan besar berbeda) misalnya : ganggang berwujud lembaran.
- Penyerbukan dengan disertai pembuahan misalnya : tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dan tumbuhan berbunga (Antophyta).

Mengenal Perbedaan Reproduksi Vegetatif dan Generatif Rating: 4.5 Posted by: muhammad hakum