Sabtu, 30 Januari 2016

Menelaah Perbedaan Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro

loading...
Masalah ekonomi sudah terjadi sejak zaman dahulu. Pembahasan mengenai ilmu ekonomi sendiri cukup luas mencakup bagaimana usaha penduduk dalam skala perseorangan, negara ataupun dunia bisa mencukupi kebutuhan sekaligus memperoleh kemakmuran. Dengan begitu tak gampang memberikan kriteria ilmu ekonomi yang pas. Ilmu ekonomi dibedakan menjadi teori ekonomi, ekonomi deskriptif serta ekonomi terapan. Belajar teori ekonomi berarti belajar ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro. Perbedaan ilmu ekonomi mikro dan makro secara singkat bisa dilihat dari uraian berikut ini.

Ilmu Ekonomi Mikro :

Adalah studi tentang keputusan yang diambil oleh orang atau perusahaan mengenai alokasi sumber daya dan harga barang dan jasa. Itu termasuk juga memperhitungkan pajak dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Ekonomi mikro berfokus pada pasokan dan permintaan dan kekuatan lain yang menentukan tingkat harga yang terlihat dalam perekonomian. Misalnya, ekonomi mikro akan melihat bagaimana sebuah perusahaan tertentu bisa memaksimalkan produksi dan kapasitas sehingga bisa menurunkan harga dan lebih mampu bersaing dalam industrinya.  Ekonomi mikro mendasarkan pada teori dan bukan dimulai dari studi empiris.

Ilmu Ekonomi Makro :

Adalah bidang ekonomi yang mempelajari perilaku ekonomi secara keseluruhan dan tidak hanya pada level perusahaan, tapi seluruh industri dan ekonomi keseluruhan. Ekonomi makro mencakup bidang ekonomi yang luas seperti Produk Nasional Bruto (PDB) dan bagaimana hal itu bisa dipengaruhi oleh perubahan jumlah pengangguran, pendapatan nasional, tingkat pertumbuhan dan tingkat harga. Misalnya, ekonomi makro akan melihat bagaimana peningkatan / penurunan ekspor bersih akan mempengaruhi neraca modal suatu bangsa atau bagaimana GDP akan dipengaruhi oleh tingkat pengangguran. John Maynard Keynes adalah pencetus teori ekonomi makro. Dia mulai menggunakan variabel-variabel moneter untuk mempelajari fenomena yang luas, namun beberapa ekonom menolak teorinya.

Meski berbeda dari cara pendekatannya namun keduanya saling tergantung dan melengkapi satu sama lain karena ada banyak masalah tumpang tindih antara dua bidang tersebut. Misalnya, peningkatan inflasi (efek makro) akan menyebabkan peningkatan harga bahan baku untuk perusahaan yang pada gilirannya mempengaruhi harga akhir produk yang dibebankan ke konsumen.

Intinya perbedaan ilmu ekonomi mikro dan makro, bila ekonomi mikro mengambil dasar pendekatan untuk menganalisis ekonomi sementara ekonomi makro mengambil pendekatan top-down. Ekonomi mikro mencoba memahami pilihan manusia dan alokasi sumber daya sementara ekonomi makro mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti "Apa yang harus dilakukan ketika tingkat inflasi tinggi?" atau "Langkah apa yang bisa merangsang pertumbuhan ekonomi suatu negar?" Apapun pendekatan yang digunakan baik mikro dan makro ekonomi keduanya harus dipelajari bersama dalam rangka untuk memahami bagaimana perusahaan beroperasi dan memperoleh pendapatan dan bagaimana ekonomi suatu negara harus dikelola secara berkelanjutan.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Menelaah Perbedaan Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro