Jumat, 29 Januari 2016

Memahami Perbedaan Daur Litik dan Lisogenik pada Virus

loading...
Daur reproduksi pada virus dikenal ada 2 metode yaitu daur Litik dan daur Lisogenik. Daur Litik dan Lisogenik berhubungan dengan penetrasi virus ke dalam sel dengan tujuan memanfaatkan materi genetik sel untuk memperbanyak diri. Perbedaan daur litik dan lisogenik yang utama, jika pada daur litik DNA virus tetap terpisah dari DNA sel maka untuk daur lisogenik DNA virus bercampur dengan DNA sel. Perbedaan daur litik dan lisogenik lainnya yaitu jika daur litik virus melakukan replikasi secara berturut-turut sampai terjadi lisis pada sel inang maka pada daur lisogenik virus melakukan replikasi biasa dan tak menyebabkan kematian sel inang secara langsung.


Daur litik :

Merupakan daur utama replikasi virus dimana sesudah DNA virus melakukan penetrasi ke dalam sel selanjutnya melakukan transkripsi menjadi RNA messenger sel inang kemudian memanfaatkannya untuk mengarahkan ribosom. DNA sel inang selanjutnya akan rusak kemudian virus menggantikan metabolisme sel. Virus memakai energi sel untuk dimanfaatkan sendiri. Pada daur litik virus menghasilkan 100 hingga 200 bakteriofage dengan proses yang cepat. Saat di dalam sel mulai kian sesak maka segera virus induk mengeluarkan enzim sehingga dinding sel bisa pecah yang dinamakan dengan melisiskan.

Daur lisogenik :

Daur reproduksi virus dimana jenis virus yang terlibat tak mengakibatkan kematian langsung sel inang. Sesudah sel inang diinfeksi maka bahan genetik virus akan melebur dengan bahan genetik sel inang. Sel inang boleh jadi tak memperlihatkan gelagat terkena virus. Bila sel inang melakukan perkembangbiakan maka bahan genetik virus akan diturunkan pada sel-sel yang terbentuk. Virus dengan daur lisogenik setiap saat bisa menjai aktif untuk membuat daur litik jika dipicu adanya sebab kimia ataupun fisika contohnya paparan sinar UV. DNA virus atau RNA melakukan penetrasi ke dalam sel kemudian menyatu dengan DNA inang menjadiseperangkat gen baru yang dinamakan profag. Sehingga tanpa adanya partikel keturunan sebagaimana pada daur litik. Tiap kali kromosom DNA sel inang melakukan replikasi maka profag dalam kondisi pasif dan non-virulen ulangan pula. Hal tersebut bisa berpengaruh pada karakteristik sel meski tak merusaknya.

Perbedaan daur litik dan lisogenik bisa dilihat dari ciri-ciri utamanya yaitu :

Untuk daur litik :

- DNA virus merusak DNA sel kemudian menggantikan fungsi sel dan memecahkan sel.
- Virus melakukan replikasi untuk selanjutnya tercipta bakteriofage.
- Menimbulkan indikasi infeksi virus dan menghasilkan virus ganas atau dinamakan virulent.

Untuk daur lisogenik :

- DNA virus melebur dengan DNA sel serta tak menghancurkan sel inang.
- Virus tak mengeluarkan keturunan.
- Tanpa indikasi infeksi virus.
- Perbanyakan virus terjadi untuk memperoleh virus sedang.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Memahami Perbedaan Daur Litik dan Lisogenik pada Virus